Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Sachrudin Pimpin Karnaval Budaya Nusantara Kontingen Tangerang di Medan


MEDAN (wartamerdeka.info) - Rangkaian Rapat Kerja Nasional Rakernas XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi)Tahun 2026 resmi ditutup dengan semarak di Kota Medan. Kontingen Kota Tangerang tampil memukau dalam Karnaval Budaya Nusantara yang menjadi puncak acara. Karnaval dipimpin langsung oleh Wali Kota Tangerang H. Sachrudin.

Kehadiran Kota Tangerang menegaskan komitmen sebagai salah satu kota yang aktif mendorong kolaborasi antardaerah, pertukaran praktik baik, dan penguatan identitas budaya di tengah era modernisasi pemerintahan.

Rakernas Apeksi XVIII 2026 digelar selama tiga hari di Medan. Agenda dibuka dengan Sidang Pleno, dilanjutkan sesi diskusi tematik, pameran inovasi pemerintahan kota, hingga penandatanganan nota kesepahaman antarkota.

Hari pertama fokus pada evaluasi program Apeksi 2025 dan penyusunan rekomendasi kebijakan nasional untuk 98 kota anggota. Hari kedua diisi dengan forum wali kota membahas isu strategis seperti digitalisasi pelayanan publik, penanganan sampah, inflasi, dan penguatan UMKM.


Puncaknya, hari terakhir ditutup dengan "Karnaval Budaya Nusantara". Seluruh kontingen kota anggota Apeksi berjalan kaki menampilkan kostum, tarian, dan produk unggulan daerah. Kontingen Kota Tangerang tampil di barisan depan dengan iringan musik Betawi-Tangerang, dipimpin langsung Wali Kota Sachrudin bersama jajaran OPD.

Seperti diketahui, Apeksi merupakan wadah pemerintahan kota di Indonesia untuk bersinergi. Rakernas tahun ini mengusung tujuan utama, menyamakan persepsi kota-kota dalam menghadapi isu nasional seperti kemiskinan, stunting, ketahanan pangan, dan perubahan iklim.

Apeksi juga melakukan pertukaran praktik Kota Tangerang, Surabaya, Makassar, Medan, dan lainnya dengan berbagi inovasi pelayanan digital, smart city, hingga pengelolaan sampah.

Apeksi juga bertujuan memperkuan peran kota sebagai motor penggerak ekonomi dan pelayanan dasar yang cepat, transparan, akuntabel. Tidak itu, juga jejaring investasi dan kerja sama dengan membuka ruang kerja sama antarkota dalam bidang perdagangan, pariwisata, pendidikan, dan teknologi.

“Rakernas bukan sekadar forum seremonial. Ini ruang kerja nyata untuk 98 kota agar bisa belajar satu sama lain dan tumbuh bersama,” ujar salah satu pengurus Apeksi dalam sidang pleno.

Visi dan Misi Apeksi 2026–2030 :

Dalam Rakernas Apeksi kembali menegaskan visinya tahun 2026-2030, “Menjadi asosiasi pemerintah kota yang kuat, berdaya saing, dan berwibawa dalam mewujudkan tata kelola kota yang berkelanjutan dan berkeadilan”.

Untuk mencapai visi tersebut, Misi Apeksi dijabarkan menjadi:

  • Meningkatkan kapasitas kelembagaan kota melalui pelatihan, studi banding, dan pendampingan kebijakan.
  • Mendorong inovasi dan transformasi digital pemerintahan agar pelayanan publik lebih cepat dan tepat sasaran.
  • Memperkuat ekonomi kota berbasis UMKM, ekonomi kreatif, dan investasi berkelanjutan.
  • Menjaga keberlanjutan lingkungan kota lewat pengelolaan sampah, ruang hijau, dan transportasi publik.
  • Mempererat solidaritas antarkota melalui program budaya, olahraga, dan kemanusiaan.

Kota Tangerang hadir tidak hanya sebagai peserta, tetapi juga kontributor gagasan. Dalam forum, Pemkot Tangerang membagikan pengalaman digitalisasi bansos, DTKS, dan layanan perizinan online yang dinilai berhasil menekan kebocoran data dan mempercepat penyaluran bantuan.

Saat memimpin karnaval, Wali Kota Sachrudin menyampaikan pesan kebersamaan. “Kota Tangerang datang ke Medan untuk belajar, berbagi, dan bersilaturahmi. Budaya adalah jembatan. Dari karnaval ini kita ingat bahwa meski berbeda kota, kita satu tujuan: melayani rakyat dengan lebih baik,” ujarnya.

Kontingen Tangerang membawa identitas lokal lewat pakaian adat, marawis, dan kuliner khas. Kehadiran langsung kepala daerah dinilai memberi semangat bagi seluruh ASN dan masyarakat Tangerang yang mengikuti secara daring.

Harapan Apeksi : Rakernas Medan menghasilkan 7 rekomendasi utama untuk pemerintah pusat, mulai dari alokasi dana transfer kota, regulasi smart city, hingga dukungan penanganan darurat bencana. Apeksi berharap rekomendasi ini ditindaklanjuti dalam APBN dan kebijakan kementerian.

Harapan Pemerintah Kota : Bagi Pemkot Tangerang, hasil Rakernas akan diterjemahkan dalam program 2026–2027. Fokusnya adalah memperkuat Perlindungan Sosial Digital, penataan kawasan kumuh, dan pengembangan UMKM naik kelas.

Harapan Masyarakat : Warga kota-kota anggota Apeksi berharap forum ini tidak berhenti di tataran wali kota. Dampaknya harus terasa langsung: antrean RS lebih cepat, sampah berkurang, jalan lebih tertata, dan lapangan kerja bertambah.

Penutupan dengan Karnaval Budaya menjadi simbol optimisme. Di tengah tantangan ekonomi dan iklim, 98 kota sepakat berjalan bersama. 

“Dari Medan, kita bawa semangat kolaborasi kembali ke kota masing-masing. Untuk Tangerang, untuk Indonesia,” tutup Wali Kota Sachrudin. (Humas/Drianto Martono).

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama