Tujuh anggota OPEC+, termasuk Arab Saudi dan Rusia, akan meningkatkan produksi sebesar 188.000 barel per hari. // Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Komandan Militer Senior AS Mendesak Gedung Putih Akhiri Konflik dengan Iran


JAKARTA (wartamerdeka) - Ketua Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Dan Caine, telah mendesak Gedung Putih selama beberapa minggu terakhir untuk mencari jalan guna mengakhiri konflik dengan Iran dan Caine sedang mencari jalan keluar, demikian dilaporkan media AS yang mengutip sejumlah sumber.

Menurut saluran televisi tersebut, Jenderal Caine telah mengadakan serangkaian pertemuan tertutup dalam beberapa minggu terakhir dengan para anggota kabinet kunci—termasuk Wakil Presiden JD Vance, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, dan Direktur CIA John Ratcliffe—untuk menyelaraskan sikap dan menunjukkan kepada Presiden AS Donald Trump mengenai risiko serta jalan buntu yang timbul akibat eskalasi lebih lanjut terkait Iran.

Laporan tersebut menyebutkan adanya pemahaman yang kian menguat di kalangan militer dan komunitas intelijen AS bahwa penggunaan kekuatan udara dalam konflik dengan Iran memiliki batasan, dan Jenderal Caine sendiri sependapat dengan pandangan ini.

Selain itu, menurut laporan tersebut, militer AS meyakini bahwa serangan udara terhadap infrastruktur tidak akan memaksa Iran untuk menyerah, melainkan justru akan memicu serangan balasan terhadap sekutu-sekutu AS di Teluk Persia.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent pada hari Jumat mengatakan bahwa kesepakatan gencatan senjata berdurasi 30-60 hari dengan Iran dapat segera dicapai.

Presiden AS Donald Trump pada 1 Agustus menyatakan bahwa ia telah membatalkan serangan terhadap Iran mengingat adanya kesepakatan penyelesaian yang sedang diproses, yang mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz dan kesepakatan mengenai program nuklir Iran.

Sumber: sputnikglobe.com

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama