Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

 


Tekan Angka Kecelakaan, Polres Rembang Agendakan Tambah Rambu Peringatan

REMBANG-Untuk mengurangi kejadian kecelakaan di jalur pantura Rembang, perlu diambil langkah antisipatif. Untuk itu jajaran Polres Rembang akan menambah rambu peringatan di titik-titik strategis yang mudah terbaca pengguna jalan, guna menekan angka kecelakaan supaya tidak terus bertambah.

AKBP Kukuh Kalis Susilo didampingi Kanit Laka Stlantas Ipda Yuli Khrisnadi di ruang kerjanya kemarin menyampaikan, sejak kepindahannya menjadi pimpinan Kepolisian Resor (Polres) Rembang, telah menginstruksikan jajaran satuan lalu lintas (satlantas) menginventarisir dan mengidentifikasi secara detail setiap kasus kecelakaan yang terjadi. ”Ternyata hasilnya diketahui, lebih dari 60  persen peristiwa kecelakaan disebabkan faktor kesalahan manusia/human eror,” ungkapnya.

Menurut dia, dari 101 kasus kecelakaan periode Januari hingga September 2010, sekira 40 persen terjadi di jalur pantura timur Rembang. Disebabkan kelalaian pengemudi karena kelelahan, mengantuk dan faktor lain. ”Dari kejadian laka di pantura Rembang timur juga tercatat paling banyak menelan korban jiwa,” paparnya.

Untuk itu tambahnya, Polres rembang akan menambah rambu peringatan di titik-titik strategis yang mudah dibaca pengguna jalan. ”Antara lain berisi tulisan agar pengemudi beristirahat sejenak apabila merasa capek atau mengantuk dan utamakan keselamatan diri dan pengguna jalan lain serta ingat anak istri menunggu di rumah,” imbuhnya.  

Ditegaskan, dengan adanya tambahan tanda peringatan tersebut berhasil menyadarkan pengguna jalan tidak lagi ugal-ugalan. ”Sehingga dapat menekan angka kecelakaan di wilayah kerja Polres Rembang,” imbuhnya..

Sementara itu dari Kanit Laka Satlantas Ipda Yuli Khrisnadi diperoleh data kurun waktu Januari hingga September 2010 di wilayah kerja Polres Rembang telah terjadi sejumlah 101 kasus kecelakaan. Korban meninggal dunia sebanyak 15 orang, luka berat 50 orang dan kerugian materiil sebesar 113,6 juta rupiah lebih, seraya menyebutkan tertidur di jalur pantura berbiaya mahal.

Maksudnya yakni sebut dia, pengguna jalan yang hanya kisaran 5 detik terpejam matanya akibat mengantuk, dapat mengakibatkan kecelakaan yang kerugian mareriil  bsa mencapai jutaan rupiah. ”Belum lagi dari kejadian tersebut bisa menyebabkan korban baik jiwa maupun luka berat,” tukasnya..

Oleh karena itu tambahnya, pengguna jalan pantura Rembang jangan memaksakan diri menempuh perjalanan apabila dalam kondisi mengantuk. ”Lebih baik beristirahat sejenak di rest area atau di tempat penginapan yang tersedia di sepanjang jalur pantura Rembang, guna menghindari terjadinya kecelakaan,” imbuhnya. (hasan)