Skip to main content

Jangkar Kuno Seberat 1 Ton Didokumentasikan, Hasil Dikirim ke Balai Pelestari Purbakala

REMBANG -Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Rembang, Rabu (27/4)mendokumentasitak jangkar raaksasa yang berhasil diangkat dari kedalaman laut, sore kemarin. Hasil dokumentasi dikirimk ke Direktorat Bawah Air Balai Pelestari Purbakala di Yogyakarta, untuk dilakukan penelitian. 

Kepala Dinbudparpora Noor Effendi melalui Kasi Purbakala Sutardji menjelaskan, pihaknya telah menerjunkan tim untuk mendokumentasikan pemuann jangkar raksasa itu. Hasil pendokumentasian dikirim ke institusi terkeit bendan kepurbakalaan. "Belum bisa dipastikan apakah jangkar raksasa ini merupakan benda purbakala atau bukan. Menunggu hasil penelitian Balai Pelestari Purbakala," tuturnya. 

Menurut dia, keberadaan jangkar yang banyak tertutup karang kuat diduga peninggalan antara abad 14 hingga 15 Masehi. sekitar 500 tahun lalu. Setara dengan temuan jangkar dampo awang yang kini berada di lokasi tempat wisata DAB Taman Rekreasi Pantai Kartini Rembang. "Jangkar raksasa yang ditemukan mempunyai panjang 3,8 meter , dengan lebar daun jangkar 60 cm, panjang cincin 70 cm dan memiliki berat sekira 1 ton," tukasnya. 

Dia menambahkan, saat ini jangkar raksasa masih ditiitipkan kepada warga Desa Gegunung Wetan. "Mendapat pengamanan ketat dari Kamla AL Rembang," imbuhnya

Terpisah, Ketua Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Kabupaten Rembang Edi Winarno memperkirakan jangkar raksasa yang ditemukan nelayan Desa Gegunung Wetan itu merupakan sisa-sisa dari ratusan kapal yang tenggelam di perairan Rembang pada tahun 1731. Berdasarkan arsip nasional pada tahun 1731 Rembang masih memiliki dua pelabuhan besar, masing-masing Pelabuhan Karanggeneng kecamatan Rembang dan Dasun kecamatan Lasem. "Sesuai dengan arsip nasional, tercatat ratusan kapal internasional kerap berlabuh di dua pelabuhan tadi. Termasuk kapal dagang milik Belanda, dimana Kapal 'Susanna' salah satu armada kapal dagang tenggelam pada tahun 1731," bebernya.

Dia meyakini jangkar raksasa yang ditemukan itu merupakan bagian dari sisa-sisa kapal yang pernah tenggelam pada tahun 1731. Namun untuk mengetahui kepastianya harus dilakukan penelitian, termasuk membersihkan jangkar dari kerak-kerak. "Sebab, dimungkinkan ada hruf atau angka yang tertera yang bisa mengungkap identitas kapal yang membawanya," sergahnya. 

Seperti diberitakan sebelumnya, nelayan Desa Gegunung Wetan, Kecamatan Kota Rembang, Selasa sore berhasil jangkar raksasa seberat 1 ton, dari laut berkedalaman 12 meter. Pada titik koordinat 6 derajat 40 menit 700 detik Lintang Selatan dan 111 derajat 20 menit 186 detik Bujur Timur, dengan menggunakan derek manual(hasan).

Comments

Populer

Delegasi Palestina Mengaku Merasa Bangga Ikut Kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Delegasi Palestina mengaku marasa bangga ikut sebagai salah satu peserta dalam kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival yang akan di laksanakan pada 14-17 Oktober 2017.

Sambut TOF, Hari Ini Mambo Kuliner Tasik, Buka Mulai Pagi Hingga Malam Selama Dua Hari

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Mambo Kuliner Nite Tasikmalaya yang biasanya hanya dilaksanakan satu minggu sekali serta buka hanya pada setiap malam sabtu saja di Jalan Mayor Utarya Kota Tasikmalaya,  kini buka selama dua hari berturut-turut pada 14-15 Oktober 2017.

Mengapa Artis Sinetron Lidya Pratiwi Sampai Terlibat Pembunuhan?

Penulis: Aris Kuncoro

Kalau ada berita yang cukup mengejutkan pada pekan lalu, terutama di bidang hukum dan kriminalitas, maka salah satunya adalah soal ditangkapnya artis sinetron Lidya Pratiwi (19) oleh aparat kepolisian karena disangka terlibat pembunuhan berencana terhadap sesama artis yang juga teman dekatnya sendiri, Naek Gonggom Hutagalung (33).

Kasus ini menarik untuk ditelaah lebih lanjut. Baik menyangkut keberhasilan para petugas reserse Polres Metro Jakarta Utara dalam mengungkap kasus ini, maupun menyangkut latar belakang dan motivasi para pelaku pembunuhan ini, yang menurut pihak kepolisian, melibatkan orang-orang di sekitar keluarga Lidya Pratiwi, seperti, Vince Yusuf (ibu kandung Lidya), Tony Yusuf (paman Lidya), dan Ade Sukardi (teman Tony). Kisahnya benar-benar mirip cerita di sinetron.

Kasat Reserse Polres Jakut Komisaris Andry Wibowo mengatakan, keberhasilan pengungkapan kasus ini didapat setelah polisi menggabungkan penyelidikan elektronik, penyelidikan forensik, dan…

Produksi Minuman Keras Ilegal Merek ‘’Rajawali’’, Komisi B DPRD DKI Minta Pemerintah Tegas Menindak CV Jakarta Indonesia Makmur

JAKARTA – Keberadaan pabrik yang memproduksi minuman keras (miras) illegal bermerek ‘’Rajawali’’ di bawah bendera CV Jakarta Indonesia Makmur di Jalan Kemuning Raya No 19/20 Kelurahan Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat telah meresahkan warga setempat. Bahkan kini sejumlah pihak mendesak agar perusahaan tersebut segera ditutup.

CV Jakarta Indonesia Makmur menurut sejumlah sumber pemiliknya bernama Pieter ini telah memproduksi minuman keras dengan kapasitas lumayan besar, bahkan mencapai ribuan botol setiap hari.

Pabrik miras bermerek ‘’Rajawali” ini tadinya diproduksi di bawah ‘’bendera’’ CV Jakarta. Namun, terhitung mulai tanggal 16 Nopember 2009, CV Jakarta ditutup dan berganti nama badan hukumnya menjadi CV Jakarta Indonesia Makmur dengan logo yang sama persis dimiliki oleh CV Jakarta dengan alamat yang sama pula.


CV Jakarta sendiri telah dilarang memproduksi minuman keras merek ‘’Rajawali’’ karena telah menggelapkan pajak cukai sekitar Rp 5 miliar. CV Jakarta seharusny…

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Foto : Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM.
Oleh:M. Aris Kuncoro
JAKARTA-Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).