Headline

Warga Cianjur Tumpah Ruah Di Alun-Alun Rayakan Penangkapan Bupati Oleh KPK

CIANJUR (wartamerdeka.info) - Ada peristiwa unik di Cianjur,  Jum’at (14/12/2018). Dua hari setelah operasi tangkap tangan (OTT) KPK ter...

Penataan Taman Kota Tasikmalaya Belum Maksimal

Air mancur di Jl Hz Mustofa yang keluar airnya tidak nyembur 

TASIKMALAYA (wartamerdeka) -
MANASIK (Menata Kota Tasik) Itulah slogan dari Walikota Tasikmalaya H. Budi Budiman. Sehubungan dengan slogan tersebut maka sudah mulai terlihat di akhir tahun 2017 beberapa proyek untuk penataan kota Tasikmalaya.


Di antaranya penataan Taman Kota. Mulai dari alun-alun, pulau jalan hingga air mancur Hz Mustofa.

Pekerjaan taman adalah pekerjaan seni dimana dibutuhkan orang orang yang mempunyai skill dan visioner sehingga menghasilkan produk yang bagus karena merupakan tontonan masyarakat,  dan juga sebagai objek wisata.

"Namun ada kalanya pekerjaan tersebut jatuh pada orang yang bukan ahli di bidangnya, seperti bisa dilihat dari salah satu proyek air mancur Jl  Hz. Mustofa depan Rumah Sakit TMC dengan nilai proyek kurang lebih Rp 500 juta, namun hasilnya sangat memperihatinkan,"ujar Kang Sarif seorang pemerhati pembangunan aktivis JPKP (Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan) Kota Tasikmalaya, Sabtu (6/1/2018).

Air mancur itu,  katanya, seperti air kencing meletet (tidak nyembur).  "Apakah ini perencanaan yang kurang matang atau pelaksanaan yang tidak mengikuti spek dan sistem dari perencanaan,"  katanya. 

Menurutnya, hal ini juga terkadang bisa terjadi akibat dari proyek yang sudah bergulir selalu jatuhnya kepada pengusaha yang bukan di bidangnya. Dan juga akibat proyek penunjukan atau proyek titipan hingga sub kontrak dengan prosentase yang sudah tentu biaya pengerjaan sudah tidak maksimal lagi sesuai perencanaan.

Untuk ke depannya diimbau kepada lembaga terkait yang berkuasa menangani proyek tersebut harus se-selektif mungkin, dan penuh pertimbangan dalam urusan penyerahan tender, karena ini termasuk pengerjaan seni dan dibutuhkan keahlian khusus untuk menanganinya.

"Jadi perlu waktu dan pengerjaan yang berbeda, tidak bisa dianggap enteng, tapi kadang para pemborong itu tidak paham tentang bedanya pengerjaan yang berimajinasi seni ini. Apabila proyek tersebut jatuh ke pengusaha yang memang mumpuni dalam bidang ini maka tentunya akan menghasilkan produk yang berkualitas dan masyarakat pun tentu akan merasa puas, "tegas tokoh kritis JPKP kepada Warta Merdeka.( hel)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Penataan Taman Kota Tasikmalaya Belum Maksimal"

Posting Komentar