// Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengkritik komentar Trump tentang Paus Leo XIV // Atletico Madrid meraih kemenangan 2-0 atas Barcelona, setelah Cubarsi (Barcelona) diusir dari lapangan Camp Nou. // Perselisihan minyak Libya mencerminkan krisis Hormuz, memicu kekhawatiran energi Eropa // Perusahaan satelit AS Planet Labs mengumumkan pemblokiran siaran gambar perang di Iran, atas permintaan pemerintah AS. // Kapal yang Terkait dengan Jepang Melewati Selat Hormuz //

Berita Foto

Pembicaraan Israel-Lebanon akan dimulai pukul 11 ​​pagi di Washington, DC


Duta Besar Lebanon Nada Hamadeh dan Duta Besar Israel Yechiel Leiter dijadwalkan bertemu di Washington, DC, pukul 11 ​​pagi waktu setempat (15:00 GMT) untuk memulai pembicaraan langsung yang jarang terjadi, menurut jadwal yang diterbitkan oleh Departemen Luar Negeri AS.

Lanjut...

 


Sejumlah Pendemo Bikin Kerusuhan, Menko Polhukam: Dalangnya Sudah Diketahui


JAKARTA (wartamerdeka.info) - Sejumlah massa pendemo yang memprotes hasil penghitungan Pilpres KPU membuat kerusuhan di Jakarta. Menanggapi peristiwa ini,  Menko Polhukam Wiranto mengemukakan dalang kerusuhan 22 Mei sudah diketahui.

Namun aparat keamanan masih terus meneliti dan mengumpulkan data-data terkait aksi para dalang tersebut.

"Kalau saudara-saudara jeli mengamati berbagai kasus yang terjadi, kan ada satu keterkaitan antara kasus satu dengan yang lain," kata Menko Polhukam Wiranto dalam konferensi pers (Konpers) mengenai kondisi terakhir negeri ini di Kemko Polhukam, Jakarta, Rabu (22/5/2019).

Hadir pada Konpers tersebut, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Kapolri Tito Karnavian, Kepala Kantor Kepresidenanan Moeldoko, Kebala BIN Budi Gunawan, Mendagri Tjahjo Kumolo, Menteri Hukum dan HAM Yasona Laoly, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dan Jaksa Agung HM Prasetyo.

Dia mengingatkan pemerintah jangan dikira tidak tahu dalang dari berbagai aksi yang ada. Pemerintah sesungguhnya sudah tahu tapi untuk melakukan tindakan harus sesuai aturan hukum yang ada.

"Dalang itu kita sudah tahu dan sedang dalam kajian penyelidikan lebih dalam lagi. Jangan dikira kita tidak tahu, kita tahu. Tetapi kan ada hal-hal yang menyangkut hukum yang harus kita taati," jelas Wiranto.

Sementara Kapolri Tito Karnavian mengungkapkan skenario dari aksi yang ada. Menurutnyan, aksi akan dibuat rusuh (‎chaos), kemudian ada yang tertembak. Yang meninggal akan dijadikan martir atau pahlawan.

"Membuat satu event menjadi anarkis,​ ada korban,​ ditujukan pada aparat. Kemudian dapat simpati publik dan timbulkan chaos. Kalau sudah ada korban ada tokoh yang ngomporin seakan-akan itu kesalahan pemerintah," jelasnya.

Saat ditanya apakah dalang kerusuhan adalah Partai Gerindra karena polisi sudah menangkap ambulas Gerindra yang didalamnya berisi batu, Wiranto tidak tegas menjawab. Dia hanya kemukakan masih dalam penyelidikan lebih lanjut dari aparat keamanan.

"Aparat keamanan telah siap dan akan melakukan langkah-langkah hukum, yang tegas dengan tetap bertumpu kepada hukum," tutup Wiranto.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama