// Setelah gempa melanda Jepang utara, peringatan tsunami dikeluarkan lalu kemudian dicabut, namun masyarakat di berbagai wilayah harus tetap waspada terhadap potensi gempa mega. // Harga minyak mentah Brent melonjak naik lebih dari 7 persen karena Washington dan Teheran memberikan keterangan yang bertentangan mengenai negosiasi gencatan senjata. // China sejauh ini telah berhasil melewati krisis minyak bersejarah. Namun, saat Xi bersiap bertemu Trump, biaya mulai meningkat. // Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengkritik komentar Trump tentang Paus Leo XIV //

Pineapple

Jepang memperingatkan potensi gempa dahsyat setelah gempa berkekuatan 7,7 melanda.


Para pejabat Jepang telah mengeluarkan peringatan setelah gempa berkekuatan 7,7 melanda wilayah timur laut negara itu pada tanggal 20 April. Mereka memperingatkan bahwa gempa dahsyat dapat terjadi dalam seminggu ke depan dan menyerukan agar masyarakat tetap bersiap menghadapi peristiwa seismik besar lainnya.

Bakar Sampah Sembarangan, Tiga Rumah Dilalap Si Jago Merah


CILACAP (wartamerdeka.info) - Gara-gara membakar sampah sembarangan, 3 rumah terbakar ludes oleh Si Jago Merah.

Kebakaran terjadi pada hari Minggu Sore (4/8/2019) sekitar pukul 16.15 wib di wilayah RT 02/RW 11 Jalan Kiadeg, Desa Jenang Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap.

Sertu Slamet selaku Babinsa Desa Jenang beserta Babinsa lain saat mendengar kabar tersebut langsung mendatangi lokasi kebakaran. Bersama petugas Damkar Majenang, Slamet membantu memadamkan api dengan cara mengatur distribusi air dan melokalisir titik rumah yang terbakar, serta membantu pengamanan lokasi kebakaran.

Danramil 13/Majenang Kapten Inf Agus Sudarso juga tidak ikut turun membantu memadamkan api. Dia terus melakukan koordinasi dengan Tiga Pilar beserta Babinsa untuk membantu dan memonitor perkembangan situasi di lokasi kejadian kebakaran.

Menurut Slamet, api diduga dari
pembakaran sampah yang ditinggal pergi begitu saja. Kemudian api merambat  ketimbunan kayu jati dan aspal kemudian api pun merambat kerumah penduduk.

"Perisitiwa ini tidak mengakibatkan korban  jiwa namun dua rumah warga ludes dan menghabiskan kayu jati dan aspal," terang Sertu Slamet.

Akibat dari kejadian ini 3 rumah terbakar. Adapun rumah yang terbakar masing-masing milik Abun (54 th) dengan kerugian material berupa kayu jati dan aspal.  Diperkirakan kerugian sampai dengan 700 juta riupah.

Kemudian korban berikutnya Asep (52 th), kerugian material diperkirakan 50 juta dan Edi (53 th) dengan kerugian material diperkirakan 40 juta rupiah.

Dengan terbakarnya kayu jati yang menumpuk dan minimnya pasokan air, api susah dipadamkan.

Pemadaman tidak hanya dari tim Damkar Majenang, tapi juga dibantu dari tim Damkar Sidareja dan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Banjar Patroman Jawa Barat.(gus)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama