Kepala Zona Kamla Timur Jadi Pembicara di Akademi Maritim Maluku


AMBON (wartamerdeka.info) - Kepala Zona Kamla Timur Laksamana Pertama Bakamla Vetty V. Salakay, S.H., M.Si., hadir sebagai pembicara di hadapan 50 Taruna/i Akademi Maritim Maluku Jl. DR. Kayadoe RT 05/05 Kudamati, Ambon beberapa hari lalu.

Dialog bertemakan" Wujudkan Taruna/i yang Unggul, Indonesia Maju". Adapun kegiatan ini diadakan untuk memberikan pengetahuan kepada Taruna/i Akademi Maritim Maluku terhadap tugas dan fungsi Bakamla RI dalam keamanan dan keselamatan pelayaran di Maluku. 

Selaku narasumber, ada beberapa hal yang disampaikan Laksma Vetty, yaitu dalam upaya penegakan hukum di wilayah Indonesia secara efektif ada beberapa tantangan yang kita hadapi. Pertama adalah posisi dan konstelasi geografis Indonesia. Kedua adalah posisi Indonesia yang terletak di dua benua, dua samudera, dan kurang lebih 70.000 kapal yang melintasi setiap tahun di perairan Indonesia kemudian terdapat empat choke point dari sembilan didunia. "Tantangan ketiga adalah tentang kewajiban UNCLOS yaitu terkait dengan ALKI, kita harus menjamin tiga jalur ALKI aman untuk digunakan.

Lebih lanjut,  sebagai Bakamla dengan dasar hukum UU Nomor 32 Tahun 2014 tentang Kelautan, Perpres No. 178 tahun 2014 dan ditegaskan dalam amanat Presiden berbunyi "telah dimulai era baru, efisien dengan komando tunggal yang didukung sistem peringatan dini dan unit penindakan hukum. Semua stakeholder Keamanan Laut, saya perintahkan untuk mendukung aset awal Bakamla berupa kapal, pesawat dan personel". 

Bakamla RI khususnya Kantor Zona Kamla Timur mempunyai tugas melaksanakan keamanan dan keselamatan laut di wilayah alur laut kepulauan Indonesia (ALKI) tertentu sesuai dengan kewenangannya. Selain itu sesuai dengan amanat Presiden bahwa Kantor Zona Kamla Timur juga mempunyai fungsi pelaksanaan koordinasi, sinergi dan penyelenggaraan serta pemberian dukungan teknis kepada instansi terkait dalam pelaksanaan operasi keamanan dan keselamatan laut.

"Dalam menjalankan tugasnya Kantor Zona Kamla Timur didukung oleh dua unsur kapal berukuran 48 Meter yaitu KN Kuda Laut 403 dan KN Ular Laut 405 yang siap beroperasi, kemudian didukung oleh Stasiun Pemantauan Keamanan dan Keselamatan Laut (SPKKL) Kupang, SPKKL Ambon, SPKKL Jayapura dan SPKKL Merauke yang siap memantau perairan wilayah Zona Timur dalam segala bentuk ancaman di laut," kata Laksma Vetty.

Sementara itu, kehadiran Kepala Kantor Zona Kamla Timur didampingi oleh Kasubbid Kerja sama Zona Timur Mayor Bakamla Milla Letakompessy. (A)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama