// Perselisihan minyak Libya mencerminkan krisis Hormuz, memicu kekhawatiran energi Eropa // Perusahaan satelit AS Planet Labs mengumumkan pemblokiran siaran gambar perang di Iran, atas permintaan pemerintah AS. // Kapal yang Terkait dengan Jepang Melewati Selat Hormuz // Iran telah menghancurkan satu jet F-15 dan menargetkan pesawat A-10 AS yang jatuh ke Teluk. // Pasar saham UEA di Dubai dan Abu Dhabi telah kehilangan sekitar $120 miliar sejak perang AS-Israel terhadap Iran. //

Berita Foto

Perselisihan minyak Libya mencerminkan krisis Hormuz, memicu kekhawatiran energi Eropa


Perang proksi sektor minyak Libya terjadi selama ketegangan Hormuz, menciptakan kerentanan pasokan yang berbahaya bagi pasar global.

Lanjut...

Pastikan Steril Virus Corona, Tenaga Medis Se Kab Gorontalo Dilakukan Rapid Test


LIMBOTO (wartamerdeka.info) - Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo menyaksikan proses rapid test terhadap tenaga medis di Rumah Sakit MM Dunda Limboto, bersama Sekda Hadija Tayeb, Senin (20/4/2020).

“Tidak hanya yang dari luar kita test, tetapi juga penting dilakukan pemeriksaan terhadap orang di dalam wilayah Gorontalo, untuk memastikan jaminan kesehatan adanya ancaman virus corona,” ucap Bupati Nelson.

Ia juga mengatakan, rapid test juga akan dilakukan ke petugas medis di setiap Puskesmas. “Karena mereka ini yang melayani orang sakit, bisa dibayangkan kalau mereka ternyata positif dia bisa menularkan kepada kita semua, orang akan takut ke rumah sakit kalau tidak dilakukan sterilisasi benar-benar mana yang terpapar atau tidak,” jelas ketua gugus percepatan penangan virua corona Kabupaten Gorontalo itu.

Dirinya berupaya akan melakukan proses rapid tesf berjenjang hingga aparat Desa yang bertugas di Lapangan. “Camat, Kepala Desa, Polisi dan Koramil yang berada di lapangan,  serta para pimpinan Daerah Forkopimda dan seterusnya bahkan juga wartawan se kabupaten Gorontalo,” Kata Nelson.

“Ini upaya antisipasi memutuskan rantai penyebaran virus corona,” yegas Bupati Nelson.

Sementara itu Direktur RS MM Dunda Limboto, dr Irawan Huntuyungo menyampaikan, pihaknya menargetkan seluruh tenaga kesehatan yang ada di rumah sakit, sekitar 40 puluhan tenaga medis baik dokter maupun perawat yang bekerja di garda terdepan tuntas  mengikuti rapid test dalam sehari.

“Jadi dua kali pemeriksaan berturut turut hasilnya positif langsung ditindaklanjut dengan pemeriksaan Swap Test,” katanya. (Ae/Ir)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama