Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

 


SMPN 9 Balikpapan Temukan 3 Kesulitan Pembelajaran Sistem Daring

BALIKPAPAN (wartamerdeka.info) - Pada awal penerapannya, banyak siswa yang menanggapi kelas daring ini dengan baik. Namun, setelah berjalannya proses pembelajaran secara daring tersebut, banyak siswa justru mengalami kesulitan dalam belajar.

Kepala SMP Negeri 9 Balikpapan Ida Putu Sujana, Kamis (6/8/20) mengatakan, sedikitnya ada 3 kesulitan yang ditemukan dalam pembelajaran sistem daring dan luring.

Pertama, jaringan internetnya lemot. Sistem pembelajaran daring dan luring dapat berjalan efektif jika jaringan internetnya bagus.

Sebaliknya, ketika jaringan internetnya jelek, naka secara otomatis proses kegiatan belajar mengajar (KBM) online pasti terhambat.

Kedua, ada peserta didik yang membuat alasan yang mengada ada. Artinya, banyak juga peserta didik yang mengatasnamakan jaringan jelek lalu mengurangi niatnya mengikuti kegiatan pembelajaran online.

Ketiga, kuota yang terbatas. Orang tua yang terkena dampak covid-19 tentu akan kesulitan, terutama orang tua yang secara ekonomi tidak memadai, tentu kesulitan beli kuota.

"Juga masih ada tenaga pengajar di SMPN 9 ini yang belum memahami jaringan internet. Ini juga menjadi masalah bagi kami" ujar Putu.(ton)

Posting Komentar untuk "SMPN 9 Balikpapan Temukan 3 Kesulitan Pembelajaran Sistem Daring"