Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

 


In Memoriam Sony Sandra Rahwana, Pejuang Muda Yang Tak Kenal Lelah

Sony,  pakai masker biru

PEJUANG yang tak kenal lelah, telah menghadap keharibaan Allah Swt. Seorang aktifis tulen. Berangkat dari Ranting sebagai aktifis IPM ( Ikatan Pemuda Muhammadiyah) dan Muhammadiyah. Mengantarkannya sampai ke tingkat Kepengurusan Cabang dan Daerah

Sony Sandra  adalah Pegiat Sekolah Sepak Bola Hizbul Wathan (SSB HW) di Babat - Lamongan sekaligus sebagai manajernya. Alumni Pondok Pesantren Al Islah Sendangagung, Paciran Lamongan dan Alumni UMM Malang Fakultas Psikologi.

Di tangan dingin Sony, SSB HW Babat mengalami kemajuan  sangat pesat. Dia bersama M Syamsulm Zujdi Hariyanto, Iwan Setiawan dan Nur Salim konsisten berjuang menghidupi SSB HW agar tetap eksis.

Di AUM PCM Babat  ia menjabat sebagai sekretaris BTM Mulia. Ia dikenal sangat dekat dan disukai para karyawan BTM. 

Sony juga menjadi Manajer pelaksana peternakan ayam petelur kerjasama Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan PWM dan PDM yang ada di kota Wingko itu. Dia, salah seorang anggota Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan PDM Lamongan.

Di bidang sosial Sony menjabat sebagai Sekretaris Majelis Pelayanan Sosial (MPS)  PCM kecamatan Babat periode 2015-2020. Majelis ini membawahi Panti Asuhan Putra Muhammadiyah setempat.

Fathurrahim Syuhadi, Wakil Ketua PCM Babat menyebut, Sony Sandra Rahwanan dikenal selain aktifis di Muhammadiyah, dia seorang pedagang emas dan pekerja keras. Suka menolong dan mempunyai kepekaan sosial yang tinggi.

“Ia aktifis yang tumbuh dari bawah. Jabatan ketua IPM ditingkat Ranting dan Cabang pernah dipegang. Ia jug aktifis Pemuda Muhammadiyah mulai dari Ranting, Cabang sampai Daerah. Bidang social, ekonomi dan dakwah digelutinya”, tutur Fathurrahim Syuhadi, Ketua Majelis Pendidikan Kader (MPK) PDM Lamongan

Dan innalillahi wainna ilaihi rojiun, Sony meninggal pada usia 41 tahun di RSM Lamongan karena sakit sesak nafas pada Selasa sore (29/12). Istrinya,  Eningtyas Salus Tiawati adalah seorang guru Bahasa Inggris di SMPN Pucuk yang dinikahi pada tahun 2005. Ia dikaruniai dua putri yang masih duduk dibangku SMPM kelas dua dan SDM Paji Kelas dua.

Diiringi hujan rintik. Janazah Sony Sandra Rahwana dimakamkan, di pemakaman umum desa Paji, Kecamatan Pucuk Lamongan pada malam harinya. Turut menshalatkan dan mengantarkan ke pemakaman para aktifis Muhammadiyah dari Babat, Pucuk dan Sukodadi 

Selamat jalan kader muda, sang pejuang  menghadap sang Kholiq. Semoga mendapat tempat terbaik di sisi Allah Swt.(mas) 

2 komentar untuk " In Memoriam Sony Sandra Rahwana, Pejuang Muda Yang Tak Kenal Lelah"

  1. Innalillahi wainalillahi rojiun, semoga khusnul khotimah..aamiin yra.

    BalasHapus
  2. Masih terkenang dulu pas main bola bareng di PP Alishlah. Inna Lillahi wa inna ilaihi rojiun.

    BalasHapus