Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

 


Bertemu Pengurus KAHMI, Presiden Jokowi: Keislaman Dan Kebangsaan Tidak Boleh Diposisikan Berlawanan


JAKARTA (wartamerdeka.info) - Presiden Joko Widodo bertemu dengan jajaran Presidium Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) di Istana Negara Jakarta, Selasa (12/1/2021).

Pada pertemuan itu, Presiden Jokowi ditemani oleh Menteri Koordinator bidang Politik dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno sedangkan di jajaran presidium KAHMI hadir Viva Yoga Mauladi (koordinator), Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (anggota presidium), anggota DPR RI Herman Khoeron (anggota presidium), Manimbang Kaharyadi (Sekjen KAHMI) serta Hadi Purnomo (Panitia Rakornas KAHMI).

"Majelis Nasional KAHMI mendukung kerja dan program pemerintah dalam memberantas pandemi COVID-19 dan mengakselerasi pertumbuhan perekonomian nasional dapat berjalan secara simultan dan sinergis," kata Viva Yoga dalam pernyataan tertulis di Jakarta.

Menurut dia, faktor kesehatan dan ekonomi tidak boleh diposisikan secara diametral tetapi harus bergerak beriringan.

"Presiden Jokowi menyatakan besok pagi akan disuntik dengan vaksin Sinovac sebagai tanda bahwa program vaksinasi nasional diselenggarakan di seluruh Indonesia untuk memberantas pandemi COVID-19," ungkap Viva Yoga.

Menurut dia, Presiden Jokowi berharap agar program vaksinasi dapat berjalan tertib, lancar, tepat sasaran, tepat waktu, agar masyarakat Indonesia memiliki antibodi yang tinggi sehingga menjadi sehat dan kuat.

"Presiden Jokowi dan Majelis Nasional KAHMI satu pandangan bahwa nilai keislaman dan kebangsaan tidak boleh diposisikan berhadap-hadapan, berlawanan, atau saling menegasi," tambah Viva Yoga.

Nilai keislaman dan kebangsaan terintegrasi, terkonvergensi menjadi nilai keislaman-keindonesiaan yang inklusif, modern, pluralis, dan toleran.

"Founding fathers" bangsa menurut Viva Yoga menyepakati Indonesia adalah negara nasional yang berbentuk republik dan menganut sistem pemerintahan demokrasi.

Hal tersebut menjadi landasan, haluan, dan panduan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara dan harus dijaga serta dirawat dengan baik dalam mengarungi perjalanan bangsa ke depan.

"Presiden Jokowi juga berkenan akan memberikan sambutan di acara Pembukaan Rakornas KAHMI pada 15 Januari 2021 di Bogor, Jawa Barat," kata Viva Yoga.

Posting Komentar untuk "Bertemu Pengurus KAHMI, Presiden Jokowi: Keislaman Dan Kebangsaan Tidak Boleh Diposisikan Berlawanan"