Cerita Rumah DP 0 %, Progresnya 0 %: “I am Sorry!”

Oleh: Andre Vincent Wenas (Pemerhati Fenomena Ekonomi-Politik)

Ada cerita tentang pertandingan antar pemanah sedunia. Sasarannya adalah sebuah apel yang ditaruh di atas kepala seorang tawanan yang diikat di sebuah tiang. Jaraknya menantang.

 

Pemanah pertama datang dari Inggris sana. Dia tarik tali busur, tahan napas, lalu wuuushhh…. anak panah melesat, dan… membelah apel jadi dua! Ia pun buka topi sambil menunduk hormat dan memperkenalkan diri, “I am Robin Hood!” Penonton bersorak sorai… dan tawanan itu pun lega.

Pemanah berikutnya dari India. Ia tarik tali busur, tahan napas, lalu melepas anak panah. Dan, wuuuushhh… panah melesat menembus apel persis di tengah dan menancapkan anak panah beserta apelnya di tiang belakang. Ia juga buka penutup kepala dan memberi hormat seraya memperkenalkan diri, “I am Arjuna!”. Penonton kembali riuh rendah… dan tawanan itu kembali menarik napas lega.

Lalu, Pemanah berikutnya dari Antah Berantah. Matanya nanar menatap sasaran, tali busur ditarik, napas ditahan, dan… wuuuushhh…, anak panah melesat dan menghujam tepat di… jidat sang tawanan! Penonton terdiam… apalagi sang tawanan. Senyap!

Sambil gemetaran, ia juga terpaksa angkat topi, berucap lirih, “I am Sorry!”

Ya, “I am sorry!” (saya minta maaf). Targetnya sih yang salah, atau jaraknya sih yang kejauhan, dan berbagai alasan lainnya, untuk akhirnya hanya jadi alasan minta maaf (I am sorry). Walau korban sudah jatuh.

Dulu (tahun 2017) juga ada program Rumah DP 0% (Nol Persen) atau Rumah DP Rp.0,- (Nol Rupiah) atau apalah namanya, yang penting Nol! Targetnya di RPJMD adalah 250.000 unit, lalu 4 tahun kemudian (sampai Oktober 2021) baru tercapai 942 unit. 

Itu berapa persennya ya? Matematis, 942 per 250.000 sama dengan 0,37 persen!

Lalu “sang pemanah” yang bernama “I am Sorry” itu mau merivisi targetnya dari 250.000 jadi cuma 29.366 unit.

Matematis, 29.366 per 250.000 sama dengan 11,74 persen. Sebuah pergeseran target sejauh 88,26 persen. Ini benar-benar telah menghujam jidat orang yang waras. “I am really sorry!”

Anthony Winza (anggota DPRD DKI Jakarta) jelas saja menolak upaya pergeseran ini untuk masuk dalam revisi RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) DKI Jakarta.

“DP 0 itu sudah ada di RPJMD Jakarta dengan target 250.000 unit dibangun. Sedangkan dari pidato beliau di paripurna Akhir Tahun lalu dikatakan baru 942 unit, jadi program ini bukan DP nya yang nol, tapi progresnya yang nol persen, lalu karena gagal maka targetnya mau diturunkan menjadi 29.366 unit. Masa kalau nilai raport merah lantas beliau bukannya belajar lebih giat tapi malah meminta cuci raport dengan turunin angka target? Ya jelas kami tolak.”

Beruntunglah kita masih punya wakil rakyat yang kritis macam Anthony Winza ini. Ia bongkar terus skandal Rumah DP 0 persen, kali ini soal skema cicilannya,

"Lagipula cicilan Rumah DP 0 juga tidak mungkin dapat dijangkau bagi warga yang hidup di bawah garis kemiskinan, bahkan untuk yg UMR saja tetap sulit, Pemprov DKI seharusnya memfokuskan rumah DP 0 agar diperuntukkan bagi masyarakat kecil, seperti yang tinggal di bantaran sungai agar mereka bisa mendapatkan hunian yang layak."

Diingatkannya juga, "Kita masih ingat jelas warga yang meninggal karena huniannya tidak layak sangat tidak manusiawi, Ini butuh penjelasan konkrit dari beliau jangan biasakan bersembunyi dan minta Pak Wagub yang jawab, kalau seremonial baru kencang!”

Kita tak bisa lagi berkomentar banyak. Semua sudah terlalu gamblang!

Gamblang apanya? Gamblang bahwa anak panah itu sudah menghujam jidat orang-orang waras!

“I am sorry!”

Jakarta, 12/02/2022

Editor: Danny S

Posting Komentar untuk "Cerita Rumah DP 0 %, Progresnya 0 %: “I am Sorry!”"