Dijanjikan Masuk Akpol, Warga Sultra Ditipu Lian Ratusan Juta

LG alias Lian.

SULTRA (wartamerdeka.info) - Kasus penipuan berkedok calo alias makelar penerimaan calon siswa Akademi Kepolisian terjadi lagi. Kali ini terduga pelakunya adalah LG alias Lian.

Lian yang berdomisili di Kabupaten Maligano, Sulawesi Tenggara itu telah mengingkari janjinya dalam kasus makelar calon siswa Akademi Kepolisian tahun 2022 dengan menggondol uang sebesar Rp 150 juta.

Korbannya bernama Ny Rumi, yang menyerahkan uang Ro 150 juta kepada terduga pelaku penipuan bernama Lian yang menjanjikan anaknya bernam Fikri bisa masuk Akpol asal membayar sejumlah uang.

Kini uang dari Ny Rumi itu raib, gegara janji palsu Lian yang mengobral janji surga lewat modusnya yang bisa menjadikan anak korban yakni Fikri bisa masuk jadi  siswa Akademi Kepolisian.

Peristiwa itu berawal, saat  Fikri bersama ayahnya, Bahri  bertemu dengan LG alias Lian di salah satu kantor di Wilayah Maligano Sultra. Dalam pertemuan itu Lian menjanjikan anak Bahri yaitu Fikri bisa masuk polisi.

Dari pertemuan itu, orang tua korban menyerahkan uang titipan (DP) sebesar Rp150 juta.

Namun ternyata selama tiga bulan waktu yang ditunggu tunggu, anak korban tidak juga ada panggilan masuk Akpol. Sedangkan Lian selalu memberikan janji maupun alasan yang tidak ada kepastiannya.

Korban pun merasa curiga. Meski Lian berjanji akan segera mengembalikan uang dari korban, tetapi ditunggu tunggu, Lian tak kunjung mengembalikan uang tersebut.

"Janji manisnya, Lian akan segera mengembalikan dalam tempo satu bulan ternyata bohong,"ujar Bahri, Senin (5/9/2022).

Bahri pun  berharap kepada  Polda Sultra bisa mengungkap kasus penipuan yang menimpanya sebagai bentuk penegakan hukum, agar tidak ada lagi korban peniluan seperti aksi yang dilakukan oleh Lian.

Menurut Bahri, Lian juga mengaku jika ada seseorang diandalkan mempunyai link kuat di Polda Metro Jaya.

Dalan waktu dekat, Bshri akan  melaporkan pelaku ke Polda Sultra. (Fer)

Posting Komentar untuk "Dijanjikan Masuk Akpol, Warga Sultra Ditipu Lian Ratusan Juta"