Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

33 Kelurahan di Jaksel Rawan Banjir

Oleh: Badar

Jakarta-Bencana banjir hingga kini masih mengancam beberapa wilayah di Jakarta Selatan. Berdasarkan data yang diperoleh masih ada sekitar 33 kelurahan yang tersebar di 10 kecamatan rawan banjir.

Ke-33 wilayah kelurahan yang masih dinyatakan rawan banjir meliputi; Kecamatan Tebet (Kelurahan Manggarai), Kecamatan Setiabudi (Kelurahan Guntur), Kecamatan Mampangprapatan (Kelurahan Bangka, Tegalparang, Mampangprapatan, Pelamampang, Kuninganbarat), Kecamatann Pasarminggu (Kelurahan Pejatenbarat dan Pejaten timur).

Kecamatan Kebayoranlama (Kelurahan Pondokpinang, Grogolutara, Grogolselatan, Kebayoranlama Utara, Kebayoranlama Selatan dan Cipulir), Kecamatan Kebayoranbaru (Kelurahan Cipeteutara, Petogogan, Rawabarat dan di bantaran kali), Kecamatan Cilandak (Kelurahan Gandariaselatan, Cipeteselatan, Cilandakbarat, Pondoklabu, Lebakbulus), Kecamatan Pancoran (Pengadegan dan Rawajati), Kecamatan Jagakarsa (Kelurahan Tanjungbarat Barat, Lentengagung, Srengsengsawah, Jagakarsa, Kecamatan Pesanggrahan (Kelurahan Petukanganutara, Ulujami, Bintaro.

Seperti kita ketahui, beberapa hari terakhir, sebagian wilayah ibu kota Jakarta diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, dari hasil analisis kondisi fisis dan dinamika atmosfer serta laut, Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) memperkirakan musim hujan tahun ini di 220 zona musim (ZM) di seluruh Indonesia akan terjadi pada bulan Oktober-November.

Pada bulan November, beberapa wilayah di ibu kota Jakarta diperkirakan memiliki potensi tinggi terhadap banjir yang diakibatkan dari tingginya intensitas hujan.

Kepala Seksi Penanggulangan Bencana Suku Dinas Ketentraman Ketertiban dan Perlindungan Masyarakat (Tramtib dan Linmas) Jakarta Selatan Bane S meminta masyarakat tetap waspada terhadap bencana banjir. "Kita berharap tidak terjadi banjir, meski begitu masyarakat diminta tetap waspada,” jelasnya.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama