Tujuh anggota OPEC+, termasuk Arab Saudi dan Rusia, akan meningkatkan produksi sebesar 188.000 barel per hari. // Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

BI Godok Pemberian Nomor Identifikasi Tunggal Nasabah Bank


JIMBARAN - Bank Indonesia (BI) tengah menggodok sebuah program unik berupa Financial Identity Number (FIN) atau nomor indentifikasi tunggal bagi setiap orang yang memungkinkan bank dan jasa keuangan lainnya mengakses riwayat kredit nasabah melalui sistem biro kredit yang tersentralisasi.

Demikian disampaikan oleh Gubernur Bank Indonesia, Darmin Nasution dalam pidatonya ketika membuka acara The 2010 AFI Global Policy Forum, Jimbaran, Bali, Senin (27/09/2010) yang dihadiri beberapa Gubernur bank sentral negara berkembang.

"Bagi masyarakat di negara maju, nomor identitas keuangan tunggal mungkin nampak tumpang tindih dengan nomor jaminan sosial dan lain-lain, tetapi di negara Indonesia yang memiliki lebih dari 200 juta penduduk dan tersebar lebih di 13.000 pulau, FIN menawarkan nilai tambah bagi upaya peningkatan jumlah penduduk yang layak bagi nasabah perbankan," papar Darmin.

Darmin mengatakan, dengan FIN tersebut, maka bank penyedia jasa keuangan lainnya dapat mengakses informasi nasabah melalui sistem biro kredit yang tersentralisasi. "FIN akan memungkinkan bank mengakses riwayat kredit nasabah," tambahnya.

Darmin melanjutkan, agar program FIN dapat sepenuhnya dipahami oleh masyarakat, maka BI akan meluncurkan program pendidikan perbankan secara besar-besaran.

"Agenda ini mencakup program keuangan, standarisasi, standarisasi transparansi produk perbankan dan mekanisme penyelesaian mediasi perbankan," jelasnya.

Semua program tersebut, lanjut Darmin, bertujuan untuk mendidik masyarakat mengenai keuntungan dan risiko berbagai macam produk perbankan yang ada.

"BI terus berusaha untuk membantu bank menciptakan jenis tabungan yang memungkinkan masyarakat miskin untuk ikut menabung membantu bank untuk melayani masyarakat miskin melalui identifikasi dan dokumentasi yang layak melalui FIN," ungkap Darmin.

Lebih lanjut Darmin juga menambahkan, BI juga akan membantu mengedukasi masyarakat tentang pengelolaan keuangan pribadi sesuai standar. "Supaya mereka mampu mengambil keputusan yang tepat, yang nantinya akan membuat mereka tergugah untuk pergi ke bank," tukasnya.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama