// Atletico Madrid meraih kemenangan 2-0 atas Barcelona, setelah Cubarsi (Barcelona) diusir dari lapangan Camp Nou. // Perselisihan minyak Libya mencerminkan krisis Hormuz, memicu kekhawatiran energi Eropa // Perusahaan satelit AS Planet Labs mengumumkan pemblokiran siaran gambar perang di Iran, atas permintaan pemerintah AS. // Kapal yang Terkait dengan Jepang Melewati Selat Hormuz // Iran telah menghancurkan satu jet F-15 dan menargetkan pesawat A-10 AS yang jatuh ke Teluk. //

Berita Foto

Israel Terus Melakukan Serangan di Lebanon


Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan pada Rabu, telah menyerang lebih dari 100 markas dan pangkalan Hizbullah di Lebanon. Hal ini terjadi ketika para pemimpin Israel mengatakan bahwa negara tersebut tidak termasuk dalam kesepakatan gencatan senjata AS-Iran.

Lanjut...

Kodam IV Gulirkan Program Prajurit Pelopor Pembangunan Bidang Pertanian

REMBANG-Menghadapi cuaca ekstrem yang terjadi di Indonesia, Kodam IV Diponegoro Jawa Tengah bekerjasama dengan Dinas Pertanian Propinsi Jateng dan DIY serta Yayasan Terang Bagi Sejahtera Bangsa mengupayakan ketahanan pangan di Indonesia dengan Program Prajurit Pelopor Pembangunan Bidang Pertanian.

“Program ini dilakukan serentak di seluruh Jawa Tengah, sedangkan di Rembang dilaksanakan di desa Sendang Agung dengan luas lahan satu hektar,” ungkap Komandan Kodim 0720/Rembang Letkol ARM Dedy Jusnar Hendrawan dalam kegiatan panen jagung hibrida di desa Sendangagung kecamatan Pamotan.  

Menurut dia, hasil panen raya kali ini tidak sesuai dengan perkiraan, karena lahan yang ditanami terkena banjir. “Sehingga sebagian tanaman mati, maka dalam satu hektar hanya panen panen lima ton,” terangnya.

Sementara itu Wakil Bupati H. Abdul Hafidz saat ditemui di kegitan itu menyebutkan, apa yang diupayakan TNI dapat menjadi contoh petani di kabupaten Rembang. Menurutnya, lahan pertanian jagung di kabupaten Rembang seluas 30.000 ha rata-rata mampu panen sekitar 6.3 ton per hektar.  “Sekarang ini Pemkab sedang mengupayakan kerjasama dengan investor untuk menampung hasil produksi jagung dari Rembang,” ujranya.

Dia menambahkan, pihak investor yang sedang menjajaki kerjasama dengan Kabupaten Rembang sedikitnya membutuhkan 400 ton perhari. Namun kendala yang ada masih dihadapi adalah kadar air (jagung) masih tinggi diatas 20%, sedangkan standar yang dibutuhkan 17%.  “Oleh karena itu Pemkab sedang mengupayakan agar jagung hasil produksi petani Rembang memiliki kadar air sesuai standar yang diinginkan investor,” imguhnya.(hasan/kir)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama