// Perusahaan satelit AS Planet Labs mengumumkan pemblokiran siaran gambar perang di Iran, atas permintaan pemerintah AS. // Kapal yang Terkait dengan Jepang Melewati Selat Hormuz // Iran telah menghancurkan satu jet F-15 dan menargetkan pesawat A-10 AS yang jatuh ke Teluk. // Pasar saham UEA di Dubai dan Abu Dhabi telah kehilangan sekitar $120 miliar sejak perang AS-Israel terhadap Iran. // Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengatakan Amerika Serikat sedang merencanakan serangan darat meskipun dalam upaya diplomatik untuk mengakhiri perang. //

Berita Foto

Serangan Israel memperdalam keretakan di Lebanon


OBeirut, Lebanon – Pada Minggu malam, Georges, 44 tahun, sedang duduk di balkonnya di Ain Saadeh, daerah yang mayoritas penduduknya beragama Kristen di sebelah timur Beirut, ketika teleponnya berdering di dapurnya, Ia berjalan untuk menjawabnya, dan tepat saat ia mengangkat telepon, sebuah ledakan keras mengguncang bangunan di belakangnya.

Lanjut...

Komandan Satgas Indobatt-03 Tinjau Lokasi Quick Impact Projects di Sudan





DARFUR (wartamerdeka.net) - Komandan Satgas Batalyon Komposit TNI Konga XXXV-C/Unamid (United Nations Mission In Darfur) atau Indobatt-03 Letkol Inf Syamsul Alam, S.E. yang beberapa waktu lalu menjabat sebagai Unamid (ActingSector West Commander meninjau lokasi Quick Impact Projects (QIPs) Pembangunan 20 unit Sollar Cell Panel di El Geneina, Sudan, Afrika, Jumat (22/9/2017).


Peninjauan tersebut untuk mengetahui sejauh mana perkembangan pengerjaan proyek tersebut dan untuk mengetahui hal-hal apa saja yang menjadi kendala dan hambatan yang dihadapi oleh Tim Zeni Satgas Batalyon Komposit TNI Konga XXXV-C/Unamid yang mendapat kepercayaan untuk mengerjakan proyek tersebut.

Saat meninjau Letkol Inf Syamsul Alam menyampaikan bahwa proses Pembangunan 20 unit Sollar Cell Paneltersebut sudah berjalan sekitar 60 % dari total keseluruhan proyek yang harus dikerjakan dengan rincian sebanyak 20 buah tiang pokok sudah berdiri. Alokasi waktu pengerjaan pembangunan Sollar Panel tersebut selama 2 s.d. 3 bulan akan tetapi diperkirakan dapat diselesaikan dalam waktu 1 (satu) bulan.

“Hal ini dikarenakan pekerja yang dikerahkan dari prajurit anggota Tim Zeni Satgas Batalyon Komposit TNI Konga XXXV-C/Unamid merupakan pekerja yang memiliki kemampuan dan keahlian yang profesional disertai semangat tinggi untuk berbuat yang terbaik, tulus dan ikhlas demi mengharumkan nama baik Bangsa Indonesia di tanah Darfur, Sudan,” ucap Komandan Satgas.

Letkol Inf Syamsul Alam berpesan agar dalam mengerjakan proyek tersebut para prajurit harus tetap memperhatikan faktor keamanan, keselamatan, hasil pekerjaan harus berkualitas dan bermutu tinggi sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat setempat serta memiliki masa pakai yang panjang.

Kunjungan Unamid (Acting) Sector West Commander Letkol Inf Syamsul Alam di lokasi Quick Impact Projects (QIPs)tersebut dapat meningkatkan moril para prajurit Tim Zeni sehingga dapat membuat lebih bersemangat dalam bekerja.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama