TikTok YouTube Instagram Twitter WhatApp

Krisis kelaparan di Somalia memburuk karena kekeringan menyebabkan lebih dari 500.000 orang mengungsi. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // Setelah gempa melanda Jepang utara, peringatan tsunami dikeluarkan lalu kemudian dicabut, namun masyarakat di berbagai wilayah harus tetap waspada terhadap potensi gempa mega. // Harga minyak mentah Brent melonjak naik lebih dari 7 persen karena Washington dan Teheran memberikan keterangan yang bertentangan mengenai negosiasi gencatan senjata. //

4 Orang Tewas Setelah Pesta Miras Oplosan di Sindangkasih Ciamis



CIAMIS (wartamerdeka) - Minuman keras (miras) oplosan kembali makan korban. Kali ini terjadi di Kabupaten Ciamis. Tercatat empat orang meninggal akibat minum minuman keras oplosan diantaranya Nana Sutisna, Ade R, Egi dan Gungun Gunawan. 


Kasat Rerskrim Polres Ciamis AKP Hendra Virmanto, S. I. K, kemarin mengungkapkan, peristiwa ini terjadi pada Senin 1/1/2018). 

Sebanyak 18 orang (termasuk yang meninggal),  minum minuman keras jenis ciu sebanyak 5 botol kecil ukuran setengah liter dicampur minuman soda jenis tebs 2 botol dan ada juga yang dioplos dengan obat dekstro sejenis seledril.

Kejadian minum itu di rumah Maman,  yakni di Perum Situ Rancamaya. Mereka melanjutkan minum ciu ke wisata Cireong Desa Sukaresik,  Kecamatan Sindangkasih.

Hari Kamis (04/1/2018) Polres Ciamis beserta tim Labfor (laboratorium Forensik) dari Polda Jabar dan Mabes Polri turun ke Lapangan untuk mengotopsi mayat Nana Sutisna alias Geger setelah mendapatkan persetujuan dari keluarga korban guna penyelidikan penyebab meninggalnya korban.

Menurut AKP Hendra Virmanto, dari 18 orang yang pesta miras oplosan tersebut, meninggal 4 orang, satu orang masih dirawat dan sementara 6 orang sudah dijadikan saksi termasuk yang masih di rawat di rumah sakit.

"Dalam kasus ini sementara belum ada tersangka, tetapi ada 6 orang yang telah kami mintai keterangan dari 18 orang yang ikut pesta miras oplosan termasuk yang masih di rawat, " ujarnya.

AKP Hendra menambahkan, untuk tersangka nanti ketahuan setelah hasil dari tim forensik keluar dua minggu kedepan.

"Sementara tersangka belum ada karena hasil otopsi dari Forensik keluar dua minggu kedepan dan jika sudah keluar maka tersangka akan ketahuan nantinya. Kami berharap para Orang Tua selalu memantau pergaulan anak-anaknya agar tidak terpengaruh ke gal negatif seperti minum-minuman keras, " tandasnya. (Brata)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama