// Setelah gempa melanda Jepang utara, peringatan tsunami dikeluarkan lalu kemudian dicabut, namun masyarakat di berbagai wilayah harus tetap waspada terhadap potensi gempa mega. // Harga minyak mentah Brent melonjak naik lebih dari 7 persen karena Washington dan Teheran memberikan keterangan yang bertentangan mengenai negosiasi gencatan senjata. // China sejauh ini telah berhasil melewati krisis minyak bersejarah. Namun, saat Xi bersiap bertemu Trump, biaya mulai meningkat. // Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengkritik komentar Trump tentang Paus Leo XIV //

Pineapple

Jepang memperingatkan potensi gempa dahsyat setelah gempa berkekuatan 7,7 melanda.


Para pejabat Jepang telah mengeluarkan peringatan setelah gempa berkekuatan 7,7 melanda wilayah timur laut negara itu pada tanggal 20 April. Mereka memperingatkan bahwa gempa dahsyat dapat terjadi dalam seminggu ke depan dan menyerukan agar masyarakat tetap bersiap menghadapi peristiwa seismik besar lainnya.

Oknum Kepsek SMPN di Torut Tolak Ditemui Wartawan

Oknum Kepsek SMPN di Torut Tolak Ditemui WartawanKepala Sekolah SMP Negeri 1 Buntao', Yakobus Rengke



TORAJA UTARA (wartamerdeka) - Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Buntao', Yakobus Rengke, menunjukkan sikap arogannya saat hendak ditemui wartawan sebuah media online dan cetak di kantornya di Bantao', Jumat kemarin (27/1).  
Wartawan kontributor asal Fajar Metro yang terdiri dari dua orang, mendatangi SMPN 1 tersebut dengan bermaksud menemui sang kepala sekolah. Tujuannya untuk melakukan wawancara mengenai kesiapan sekolah tersebut menghadapi ujian nasional berbasis komputer yang direncanakan April mendatang.
Namun ketika sampai di sekolah itu, Kepsek Yakobus Rengke menunjukkan sikap yang kurang bersahabat dengan menolak untuk ditemui. "Saya tidak menerima tamu,  saya sibuk," ucap Salmon mengutip omongan sang kepsek.
Melihat sikap Yakobus ini, Salmon bersama rekannya, Doni, terkejut sambil bertanya-tanya apa sesungguhnya yang terlintas di benak Yakobus. "Kami juga heran ada apa kok tiba-tiba sikapnya arogan. Kami tidak ngapa-ngapain kok, mbok ya bicara yang baik-baiklah," ujar Salmon kepada wartamerdeka.net, siang tadi (27/1).
Kadis Pendidikan Torut, DT Rantetasak, ketika dihubungi via ponsel, sore ini, mengatakan, pihaknya akan segera memanggil Yakobus Rengke untuk mengklarifikasi hal ini.

"Kami belum bisa mengambil kesimpulan dan langkah-langkah sebelum mengecek dan mengetahui lebih dulu duduk permasalahan sesungguhnya. Tapi saya kira kalau orang datang baik-baik sebagai tamu harus diterima dengan baik," ungkap mantan Korwas (Koordinator Pengawas) tersebut.(TOM)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama