Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Pemuda Asal Tasikmalaya Jadi Korban Penganiayaan Di Pangandaran

Kondisi Rizki, korban penganiayaan warga tampak memprihatinkan. 
PANGANDARAN  (wartamerdeka.info) - Kasus main hakim sendiri makan korban di Kabupaten Pangandaran. Gara-gara dituduh maling motor, seorang pemuda asal Bojong Gambir Kabupaten Tasikmalaya bernama Rizki (20) menjadi korban penganiayaan.

Insiden ini terjadi wilayah hukum Polsek Cimerak, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, pada Senin (24 / 9 / 2018) lalu. Hingga Kamis (27 / 9 / 2018) pagi ini korban mengalami luka serius di kepala belakang masih dirawat di rumah sakit.

Korban sempat mendapatkan jaitan dari tim medis puskesmas setempat. Namun berhubung kondisinya tak kunjung membaik, korban dirujuk ke Rumah sakit SMC Kabupaten  Tasikmalaya.

Menurut ayah korban,  Sanbo, kondisi anaknya lumayan parah karena bengkak di rahang mengakibatkan kesulitan makan.

Sanbo, ayah Rizki yang menjadi korban penganiayaan 

Diungkapkannya, pada hari senin kemarin saat anaknya sedang duduk di atas motor milik seorang warga, tiba-tiba diteriaki maling oleh warga. Lalu spontanitas korban lari karena merasa kaget yang akhirnya dikejar dan dipukuli oleh massa. 

"Padahal anak saya juga bawa motor, apakah mungkin dia mencuri motor dalam keadaan sendiri sementara motor milik dia sendiri ditinggalkan, apalagi tidak terbukti membawa alat bukti kejahatan,"  papar Sanbo, yang juga ketua Umum Maung Bodas Tasikmalaya kepada Warta Merdeka usai membuat laporan di Polsek Cimerak Kabupaten Pangandaran.

Sanbo pun bertekad akan mencari keadilan dan terus akan membawa kasus ini sampai ke meja hijau. Sanbo juga berharap agar pihak kepolisian cooperative dalam menangani kasus ini.(H Adam)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama