Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

PKBM Mesuji Polisikan Oknum Wartawan Dengan Tuduhan Pemerasan


MESUJI (wartamerdeka.info) - Forum Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Kabupaten Mesuji Lampung, mulai resah dengan ulah oknum wartawan yang sering mengintimidasi, lalu memeras.

Diwakili Edy Suprayogi, pengurus PKBM Pandawa Kecamatan Mesuji Timur, Edy melaporkan peristiwa dugaan pemerasan yang dilakukan oknum wartawan tersebut ke Mapolres Mesuji Lampung dengan surat laporan polisi nomor : LP/198/IX/2018/Polda Lampung/Resor Mesuji/ SPKT, tanggal 07 Septber 2018, tadi siang.

Di hadapan petugas, Edy menceritakan kronologis kejadiannya.

"Pada saat saya sedang pelatihan di Bandarlampung, sekitar awal Agustus lalu, saya sempat ditelepon oleh salah seorang yang mengaku wartawan berinisial DM," katanya .


Saat itu, menurut Edy, DM bertanya,  "bapak benar meminta dana sebesar 2.5 juta kepada peserta paket C, ya?"
Edy menjawab, "Iya,  benar."

"Untuk apa bapak minta uang itu?" tanya DM.

"Saya jawab, itu untuk biaya administrasi. Namun, DM mengatakan itu pungli," terang Edy kepada wartawan.

Dari pembicaraan itu berlanjut permintaan uang dengan alasan untuk uang iklan di media.

"Ada lima PKBM yang didatangi oleh 3 oknum wartawan berinisial DM, AG, dan HN, dengan modus yang sama mereka datang ke setiap PKBM, mengatakan pengurus PKBM telah malakukan pungli dengan alasan meminta uang sebesar 2,5 juta kepada peserta paket C," lanjut Edy.

Menurut Edy, awalnya oknum wartawan itu mematok uang iklan sebesar Rp 3 juta setiap PKBM. Ahirnya disepakati Rp 1,5 juta per PKBM.

Ada 3 PKBM yang sudah menyerahkan uang masing-masing Rp 1,5 juta.

"Sedangkan saya sendiri diminta transfer ke rekening atas nama Lisna Wati, dengan nominal yang sama," katanya.

Meskipun uang sudah kami berikan, keluh Edy, iklan yang dijanjikan tak pernah ditayangkan.

"Dengan ulah oknum wartawan itu, kami pengurus PKBM merasa resah. Sehingga kami melaporkannya kepolisi, imbuhnya. (muslim)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama