// Atletico Madrid meraih kemenangan 2-0 atas Barcelona, setelah Cubarsi (Barcelona) diusir dari lapangan Camp Nou. // Perselisihan minyak Libya mencerminkan krisis Hormuz, memicu kekhawatiran energi Eropa // Perusahaan satelit AS Planet Labs mengumumkan pemblokiran siaran gambar perang di Iran, atas permintaan pemerintah AS. // Kapal yang Terkait dengan Jepang Melewati Selat Hormuz // Iran telah menghancurkan satu jet F-15 dan menargetkan pesawat A-10 AS yang jatuh ke Teluk. //

Berita Foto

Israel Terus Melakukan Serangan di Lebanon


Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan pada Rabu, telah menyerang lebih dari 100 markas dan pangkalan Hizbullah di Lebanon. Hal ini terjadi ketika para pemimpin Israel mengatakan bahwa negara tersebut tidak termasuk dalam kesepakatan gencatan senjata AS-Iran.

Lanjut...

Yenny Wahid : Kita Punya Pancasila


"Kita punya Pancasila,"  kata Yenny Wahid di depan para penulis dan pengamat dunia di Ubud Writer n Readers Festival Minggu 28 Oktober 2018 dalam percakapan bertema Against All Odds.

Sehari sebelumnya Buku  Pancasila meramaikan Ubud Writer and Readers Festival ketika editor senior Irna Permanasari menyerahkannya kepada founder festival ini Janet DeNeef.

Buku itu ditulis  Ma'ruf Cahyono  dengan judul lengkap Pancasila dalam Perspektif Media dan Khalayak pada tahun 2016. Saat itu Maruf Cahyono adalah Kepala Biro Humas MPR, kini  menjabat sebagai Sekretaris Jenderal MPR. Buku ini berisi beragam pesan dalam konteks Pancasila.


"Buku seperti itu patut meramaikan festival internasional seperti ini karena merefleksikan keterbukaan, transparansi dan kualitas bangsa kita" ujar Nasir Tamara Ketua Satupena

Buku itu relevan dengan penegasan Yenny Wahid  bahwa Indonesia mempunyai Pancasila yang menjamin keberagaman keyakinan. Pancasila mampu menjawab tuntutan zaman ke depan jika kita mempunyai pandangan yang luas dsn demokratis.

"Karena itu Pancasila perlu disemaikan dengan cerdas agar kita tidak pesimis," kata Yenny dalam forum berjudul Against All Odds yang dipandu Leyla S Chudori di Museum Neka Ubud.(Roos)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama