// Menteri luar negeri dari Pakistan, Turki, Mesir, dan Arab Saudi bertemu di Islamabad, dengan tujuan meredakan perang AS-Israel terhadap Iran. // Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengatakan Amerika Serikat sedang merencanakan serangan darat meskipun dalam upaya diplomatik untuk mengakhiri perang. // Serangan AS-Israel menghantam infrastruktur penting, kelompok garis keras menuntut penarikan diri dari Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir. // Sakamoto Kaori dari Jepang meraih gelar juara seluncur es kejuaraan dunia di Praha, Republik Ceko, pada hari Jumat. //

Trulli
Menteri Luar Negeri Pakistan Muhammad Ishaq Dar (kiri) menyambut mitranya dari Turki, Hakan Fidan, sebelum pertemuan konsultasi dua hari dengan para menteri luar negeri Turki, Arab Saudi, Mesir dan Pakistan di Islamabad pada Minggu (29/3/2026) (Kementerian Luar Negeri Turki/Handout via Anadolu)

Protes menentang Donald Trump meluas ke seluruh AS


Protes menentang Presiden AS Donald Trump telah digelar di seluruh Amerika Serikat, dengan banyak orang menyatakan penentangan terhadap serangan terhadap Iran.

Lanjut...

Bantu Kesulitan Petani, Babinsa Banyumas, Pelopori Pembuatan Pupuk Organik


BANYUMAS (wartamerdeka.info) - Untuk mendukung program swasembada pangan, Babinsa Koramil 07/Banyumas Kodim 0701/Banyumas Sertu Sarino melaksanakan pembuatan Pupuk Organik Cair (POC). Pembuatan pupuk organik cair menggunakan bahan bahan alami seperti urine (air kencing sapi/kambing), air kelapa, air cucian beras, air tetes tebu dan agro bost, pupuk tersebut bisa digunakan setelah disimpan selama 15 hari.

Kapten Arm Siswandi Danramil 07/Banyumas Kodim 0701/Banyumas menyampaikan,  pembuatan pupuk tersebut guna membantu kelompok tani mencari solusi penganti pupuk kimia yang selama ini dipakai oleh para petani pada umumnya.

“Pupuk ini berbahan yang ramah lingkungan, membuat tanah lebih subur dan dapat digunakan ke semua jenis tanaman” tandas Danramil.

Sementara itu, Sertu Sarino mengatakan, pupuk tersebut mempunyai beberapa manfaat diantaranya meningkatkan efisiensi pemupukan, meningkatkan daya tahan tanaman terhadap hama dan penyakit, merangsang pertumbuhan tanaman, menghemat biaya produksi, tidak merusak lingkungan, dan dapat digunakan pada semua jenis tanaman. Sedangkan keunggulannya antara lain mudah dan murah serta tidak ada efek samping.

Dikatakan, alat yang digunakan dalam pembuatan pupuk juga sederhana, hanya berupa drum plastik yang ada tutup klemnya dan ember plastik sedang.

"Cara pembuatannya adalah 200 liter urine kambing/sapi, 50 liter air cucian beras, 50 liter air kelapa, 1 botol agro bost, 5 liter air tetes tebu", terangnya.

"Dari semua bahan tersebut dicampur menjadi satu dan di aduk sampai rata, kemudian dimasukkan ke drum plastik yang ada tutup klemnya dan selama satu minggu sekali dibuka dan di aduk. Pupuk baru bisa digunakan setelah 15 hari kemudian", lanjutnya.

"Selain memanfaatkan limbah kotoran ternak menjadi bahan yang bermanfaat bagi lingkungan khususnya bagi para petani, juga sebagai wahana menjaga ekosistem lingkungan masyarakat agar warga masyarakat dapat hidup sehat dan pelestarian lingkungan sekitar", pungkasnya.(AR)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama