// Ukraina menandatangani pakta pertahanan dengan negara-negara Teluk dalam upaya untuk mendapatkan dukungan finansial. // Indeks saham Nikkei 225 turun lebih dari 2.000 poin (+4%), pada Senin pagi, di tengah kekhawatiran konflik di Iran akan meningkat dan mengganggu pasokan minyak mentah. // Menteri luar negeri dari Pakistan, Turki, Mesir, dan Arab Saudi bertemu di Islamabad, dengan tujuan meredakan perang AS-Israel terhadap Iran. // Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengatakan Amerika Serikat sedang merencanakan serangan darat meskipun dalam upaya diplomatik untuk mengakhiri perang. //

Trulli
Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir telah mendorong perluasan undang-undang hukuman mati Israel [File: Amir Cohen/Reuters] Negara-negara Eropa, Prancis, Jerman, Italia, dan Inggris menyatakan keprihatinan atas ‘karakter diskriminatif de facto dari RUU tersebut. Keprihatinan mendalam atas rencana Israel untuk memperluas penerapan hukuman mati yang dapat secara tidak proporsional menargetkan warga Palestina.

Destinasi Wisata


Trulli

Aceh Culinary Festival 2026 kembali dilaksanakan mulai tanggal 8-12 April 2026. Aceh Culinary Festival merupakan salah satu perayaan kuliner paling berwarna di Indonesia yang setiap tahun masuk ke dalam Karisma Event Nusantara. Tahun ini Aceh Culinary Festival bahkan masuk ke jajaran Top 10 Karisma Event Nusantara. (sumber:kemenpar.go.id).

Profil: Anda AH

Trulli
Tak ada rotan, akar pun jadi. Pepatah ini menjadi pedoman bagi ayah empat orang anak dalam menjalankan hidupnya sehari-hari. Artinya berbagi dengan ketulusan hati merupakan prinsip hidupnya, kendati dirinya hanya seorang ASN yang memiliki keterbatasan penghasilan. Sebut saja namanya, Anda Abdul Hasis, warga Kasemen, Kota Serang, Provinsi Banten. Lanjut...

WMChannel


 

Menteri Luar Negeri Pakistan mengatakan perundingan antara Iran dan AS akan diadakan dalam waktu dekat.


Namun Iran kembali bersumpah untuk berjuang sampai akhir. Sumpah itu muncul setelah AS mengumumkan akan mengerahkan pasukan respons cepat militernya di wilayah tersebut.

Lanjut...

Penyelidikan Ambruknya Jembatan Sungai Kakap Raya Jadi Perhatian Masyarakat

Koordinator Borneo Currption Watch Ibram Alpandi SH.
KOBAR (wartamerdeka.info) - Proyek pembangunan jembatan sungai Kakap Raya yang kini prosesnya sudah ke tahap lidik oleh Polres Kotawaringin Barat, kini terus menjadi pantauan masyarakat, LSM maupun Media.

Ini bisa dimaklumi, karena pekerjaan pembangunan yang gagal  itu, telah menyedot anggaran negara kurang lebih Rp 6 milyar. Jumlah yang lumayan besar.

Salah satu pihak yang  memantau adalah  Koordinator Borneo Currption Watch Ibram Alpandi SH.

Penggiat anti Korupsi ini mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan proses lidik terkait dengan kasus tersebut.

Karena pihaknya  merasa prihatin, proyek tersebut belum difungsikan sudah ada penurunan dari abotmen itu.

Diharapkannya proses lidik ini dapat  mengungkap kasus itu  sampai keakar akarnya.

"Dan jangan sampai kandas di tengah jalan. Karena ini menyangkut keuangan Negara," tegasnya kepada wartamerdeka, hari ini.

Sementara anggota DPRD Kobat Bambang Suherman mengatakan,  pihaknya mengaperisiasi kepada kontraktor pelaksana Pekerjaan (H Romi) yang masih punya tanggung jawab  untuk memperbaiki jembatan tersebut.

Tetapi, ucap anggota Komisi C itu,  jika ada temuan yang berujung ke permasalahan hukum ya harus diproses sesuai Hukum yang berlaku. Apalagi sudah ketahap lidik di Tipikor Polres Kobar.

Ketika dikonfirmasi, direktur Konsultan Pengawas Y Kurniawan mengatakan pekerjaan itu sudah dilaksanakan  sesuai dengan spek pekerjaannya. 

Tetapi disinggung terkait  masalah adanya penurunan abotmen yang memunculkan keambrukan, katanya akibat dampak dari timbunan yang menekan ke abotmen itu.

"Itu proyek besar," katanya .sambil ketawa.

Ditambahkan pula oleh Kurniawan, terkait dengan pekerjaan timbunan tahun anggaran 2018 ada perubahan adindum yang mana dalam perencanaannya tanah pilihan diganti dengan tanah biasa.

Terkait kasus tersebut, Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kotawaringin Barat, Juni Gultom sudah diperiksa Tim Tipikor Polres Kobar.

Jembatan ini seharusnya awal tahun ini 2019 sudah bisa fungsional dan dapat dipergunakan oleh masyarakat, tetapi selama 3 tahun proses pekerjaannya justru endingnya mengecewakan masyarakat Kumai khususnya warga Kakap karena tidak bisa dilewati.
(Taufik Hidayat)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama