Tujuh anggota OPEC+, termasuk Arab Saudi dan Rusia, akan meningkatkan produksi sebesar 188.000 barel per hari. // Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Diduga, Penggelapan Bibit Padi Bantuan Dinas Pertanian Libatkan Ketua Gapoktan


MESUJI (wartamerdeka.info) - Pekan lalu,warga desa Tanjung Serayan Kecamatan Mesuji gagalkan upaya penggelapan bibit padi bantuan dari dinas pertanian yang dilakukan 2 orang oknum kelompok tani inisial Sn dan Si.

Dalam aksinya,Sn tidak sendiri,dia dibantu oleh Si beserta istri masing-masing pelaku.Namun,aksi mereka sempat dipergoki warga,pada malam hari, di gudang milik Sn.

Menurut saksi mata mengatakan,para pelaku berupaya menggelapkan padi bibit bantuan sebanyak 3 ton.

"Modusnya,mereka mengganti karung padi benih bantuan dari dinas pertanian yang dikemas dalam karung 5 kg kedalam karung biasa. Seolah-olah, padi tersebut merupakan hasil panen mereka," kata saksi.

Disebut-sebut, Mujib selaku ketua Gapoktan terlibat dalam aksi itu. Namun,ketika hendak dikonfirmasi, Majid tidak bisa dihubungi.

Terkait kejadian itu,Petugas Penyuluhan Lapangan (PPL) setempat Muadin mengaku tidak tahu.Itu merupakan tanggung jawab ketua Gapoktan.

"Saya selaku PPL,tidak tahu menahu soal itu. Memang benar, pemberian bantuan bibit padi di desa itu ada kelebihan 3 ton.Tapi tidak ada laporan ke saya," kata Muadin, kemarin

"Soal upaya penggelapan,itu tanggung jawab Gapoktan.Sebab,ketua Gapoktan,Mujib,tidak koordinasi dengan saya.Orangnya susah dihubungi,saya sudah berkali-kali berusaha menghubungi beliau (Mujib),tapi gak bisa," tambah Muadin. (Muslim)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama