// Perusahaan satelit AS Planet Labs mengumumkan pemblokiran siaran gambar perang di Iran, atas permintaan pemerintah AS. // Kapal yang Terkait dengan Jepang Melewati Selat Hormuz // Iran telah menghancurkan satu jet F-15 dan menargetkan pesawat A-10 AS yang jatuh ke Teluk. // Pasar saham UEA di Dubai dan Abu Dhabi telah kehilangan sekitar $120 miliar sejak perang AS-Israel terhadap Iran. // Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengatakan Amerika Serikat sedang merencanakan serangan darat meskipun dalam upaya diplomatik untuk mengakhiri perang. //

Berita Foto

Wisata

Profil: Anda AH

Harga minyak tembus $116 per barel saat Iran menuduh AS bersiap melakukan invasi


Harga minyak mentah terus naik seiring dunia menghadapi krisis energi terbesar dalam beberapa dekade. Harganya telah melonjak ke level tertinggi dalam hampir dua minggu di tengah eskalasi di berbagai front perang AS-Israel melawan Iran.

Lanjut...

WMChannel


 

Antisipasi Kekeringan Sawah, Petani Maos Lakukan Pompanisasi


CILACAP (wartamerdeka.info) - Mengantisipasi kekeringan pada lahan persawahan petani di kecamatan Maos lakukan pompanisasi.

Kerja keras para petani itu dilakukan untuk mengantisipasi gagal panen. Para petani juga dibantu para Babinsa Koramil jajaran Kodim 0703/Cilacap dan PPL setempat. Mereka terus berupaya keras agar gagal panen tidak terjadi di wilayahnya.

Selain kegiatan pompanisasi, juga diadakan kegiatan pendampingan dan konsultasi para petani dengan kelompok tani dan PPL di desa Karangkemiri, Selasa (16/7/2019).

Dalam keterangannya, Babinsa Karangkemiri Serda Supriyadi menjelaskan bahwa untuk mengatasi kekurangan air di wilayahnya, para petani yang ada di desa Karangkemiri terpaksa menggunakan pompanisasi. Mereka menyedot air dari sungai serayu untuk mengairi areal persawahan yang mulai mengering pada lahan seluas 94 Hektar.

"Kalau tidak segera di airi, tanaman padi bisa mati kekeringan dan hal ini tentunya akan mengancam nasib para petani khususnya di desa Karangkemiri," kata Serda Supriyadi.

Sementara itu menurut Ketua PPL Kecamatan Maos, Rahmat Junaidi, Sp dengan cara pompanisasi ini tentunya memaksa petani untuk merogoh kocek lebih dalam. Selain untuk membeli bensin sebagai bahan bakar mesin pompa, mesin yang mereka gunakan merupakan pinjaman dari kantor pertanian kecamatan Maos.

"Lamanya penyedotan air tergantung tingkat kekeringan di sawahnya. Kalau tak terlalu parah, sehari semalam sudah cukup. Tapi kalau tanahnya sudah retak-retak, maka harus berhari-hari," terang Rahmat.(gus)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama