TikTok YouTube Instagram Twitter WhatApp

Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Antisipasi Kekeringan Sawah, Petani Maos Lakukan Pompanisasi


CILACAP (wartamerdeka.info) - Mengantisipasi kekeringan pada lahan persawahan petani di kecamatan Maos lakukan pompanisasi.

Kerja keras para petani itu dilakukan untuk mengantisipasi gagal panen. Para petani juga dibantu para Babinsa Koramil jajaran Kodim 0703/Cilacap dan PPL setempat. Mereka terus berupaya keras agar gagal panen tidak terjadi di wilayahnya.

Selain kegiatan pompanisasi, juga diadakan kegiatan pendampingan dan konsultasi para petani dengan kelompok tani dan PPL di desa Karangkemiri, Selasa (16/7/2019).

Dalam keterangannya, Babinsa Karangkemiri Serda Supriyadi menjelaskan bahwa untuk mengatasi kekurangan air di wilayahnya, para petani yang ada di desa Karangkemiri terpaksa menggunakan pompanisasi. Mereka menyedot air dari sungai serayu untuk mengairi areal persawahan yang mulai mengering pada lahan seluas 94 Hektar.

"Kalau tidak segera di airi, tanaman padi bisa mati kekeringan dan hal ini tentunya akan mengancam nasib para petani khususnya di desa Karangkemiri," kata Serda Supriyadi.

Sementara itu menurut Ketua PPL Kecamatan Maos, Rahmat Junaidi, Sp dengan cara pompanisasi ini tentunya memaksa petani untuk merogoh kocek lebih dalam. Selain untuk membeli bensin sebagai bahan bakar mesin pompa, mesin yang mereka gunakan merupakan pinjaman dari kantor pertanian kecamatan Maos.

"Lamanya penyedotan air tergantung tingkat kekeringan di sawahnya. Kalau tak terlalu parah, sehari semalam sudah cukup. Tapi kalau tanahnya sudah retak-retak, maka harus berhari-hari," terang Rahmat.(gus)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama