Tujuh anggota OPEC+, termasuk Arab Saudi dan Rusia, akan meningkatkan produksi sebesar 188.000 barel per hari. // Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Kapendam : Sayangi Lentik Jemari Kita, Bijak dan Santun Dalam Bermedsos


SEMARANG (wartamerdeka.info) - Dalam kehidupan sehari-hari kita semua tidak bisa terlepas dari apa yang disebut dengan komunikasi, baik komunikasi langsung maupun tidak langsung. Akan tetapi dalam kehidupan sekarang ini komunikasi lebih sering dilakukan melalui Media Sosial (Medsos). Mulai dari bangun tidur hingga menjelang tidur kembali kita tak bisa jauh dari Medsos. Dari sekedar membaca berita di grup Whatsapp (WA), update status di Facebook (FB), posting photo di Instagram dan sebagainya.

Demikian penyampaian Kapendam IV/Diponegoro Letkol Kav Susanto, S.I.P., M.A.P. dihadapan perwakilan istri tentara baik Persit, Jalasenastri maupun PIA Ardhya Garini di Balai Diponegoro,  hari ini (24/10/2019).

Lebih lanjut disampaikan bahwa sebagai istri tentara tidak dilarang bermedia sosial, karena eranya sudah demikian, tetapi harus bijak dan santun. Dahulu mungkin kita hanya mengenal surat, telepon, membaca koran atau menonton televisi, tapi kini kita bisa berkomunikasi melalui media online dan media sosial.

“Tapi jangan sampai gara-gara bermedsos justru akan menciderai dan melukai diri kita sendiri, keluarga maupun institusi. Sanyangi jari lentik kita dalam bermedia sosial. Jangan mudah percaya dengan informasi yang diterima, jangan mudah me- _like_ memberikan komentar, me- _rephost_ atau men _subscrib_ berita di Medos”, tegasnya. 

Kapendam mengingatkan, agar selalu cek dan ricek kebenaran setiap informasi yang diterima agar tidak menjadi fitnah dan ikut menyebarkan berita bohong ( _hoax_). Kita juga harus lebih selektif dalam mem _posting_ atau menggunggah informasi/foto/video ke media sosial. Perhatikan betul untung ruginya, jangan sampai hanya ingin terkenal tetapi justru terjebak dan terperangkap UU ITE.

“Posting yang penting-penting bukan yang penting posting. Saring semua berita sebelum di _sharing_ dan jangan terjebak candu Medsos hanya untuk mengejar popularitas”, pungkasnya. (A)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama