Tujuh anggota OPEC+, termasuk Arab Saudi dan Rusia, akan meningkatkan produksi sebesar 188.000 barel per hari. // Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Prajurit TNI Konga XXXIX-A Kembali Dapatkan Pucuk Senjata AK-47


KONGA (wartamerdeka.info) - Prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) TNI Konga XXXIX-A Rapidly Deployable Battalion (RDB) Mission del Organisation des Nations Unies pour La Stabilisation en République Démocratique du Congo (MONUSCO) kembali mendapatkan satu pucuk senjata jenis AK-47 beserta magasen pada operasi lanjutan dengan misi “Operasi Wibawa 02”.

Hal tersebut disampaikan Komandan Satgas TNI Konga XXXIX-A RDB MONUSCO Kolonel Inf  Dwi Sasongko pada saat  menerima satu tim “Operasi Wibawa 02”, di Markas Indo RDB, Soekarno Camp, Kalemie, Republik Demokratik Kongo, Kamis (24/10/2019). 

“Operasi Wibawa 2 menitikberatkan pada kegiatan Civil and Military Coordination (Cimic) berupa pelayanan kesehatan kepada masyarakat dan membangun komunikasi aktif di tengah-tengah sarang Ex-Combatan Apa Na Pale di wilayah Distrik Kagunda, yang berjarak sekitar 32 km dari Standing Combat Deployment (SCD) Muhala,” ujar Kolonel Inf  Dwi Sasongko.

Kolonel Inf  Dwi Sasongko menyampaikan bahwa satu pucuk senjata jenis AK-47 dan magasen tersebut diperoleh dari Mai-Mai atau kelompok bersenjata Apa Na Pale yang dipimpin oleh Leah Ramazani Satellite di bawah pimpinan pusat Mundus. “Kelompok bersenjata Apa Na Pale ini merupakan kelompok bersenjata yang sudah sangat terkenal di wilayah Propinsi Tanganyika,” ungkapnya.

Komandan Satgas TNI Konga XXXIX-A menjelaskan, selain kegiatan Cimic dan komunikasi bersama tokoh masyarakat, Operasi Wibawa 02 juga mengajak combatan yang masih berada di hutan untuk turun ke desa dan bergabung bersama masyarakat, guna mengakhiri konflik serta memulai hidup damai dan layak.

“Selanjutnya satu pucuk senjata jenis AK-47 dan magasen tersebut diserahkan kepada staf Disarmament Demobilization Repatriation Reintegration and Resettelement (DDR/RR) untuk diproses sesuai dengan ketentuan UN,” katanya. (A)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama