TikTok YouTube Instagram Twitter WhatApp

Krisis kelaparan di Somalia memburuk karena kekeringan menyebabkan lebih dari 500.000 orang mengungsi. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Tahun 2025 Pegawai Kementerian ATR/BPN dapat Bekerja dari Rumah


JAKARTA (wartamerdeka.info)  - Seiring dengan pelaksanaan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang targetnya terus naik setiap tahunnya dan ditargetkan juga tahun 2025 seluruh bidang tanah di Indonesia sudah terdaftar seluruhnya, maka dimungkinkan jika pegawai Kementerian ATR/BPN dapat bekerja dari rumah.

"Jika seluruh tanah di Indonesia sudah terdaftar maka Kementerian ATR/BPN memiliki Big Data, dan dengan Big Data itu pelayanan pertanahan digital sangat mudah dilakukan. Jika sudah pelayanan digital, pegawai bisa bekerja dari rumah," tandas Himawan Arief Sugoto Sekretaris Jenderal Kementerian ATR/BPN saat menjadi pembicara pada acara Media Gathering Kementerian ATR/BPN, di Hotel Grand Mahakam, Jakarta, Rabu (11/12).

Untuk menuju ke sana tentunya tidak mudah. Diperlukan pengorbanan dan keikhlasan para ASN untuk bekerja siang dan malam menyelesaikan PTSL. Tapi percayalah kerja keras kita dibayar lunas jika seluruh bidang tanah di Indonesia sudah terdaftar seluruhnya. "Tidak perlu lembur lagi, dan tidak perlu ke kantor, karena dengan Big Data yang tersedia pelayanan pertanahan dapat menggunakan artificial intelegence," imbuhnya dengan mantap.

Sebagai informasi, pemerintah saat ini tengah mewacanakan untuk ASN dapat bekerja dari rumah. Wacana tersebut digulirkan lantaran bekerja dari rumah dianggap lebih efektif dan produktif dibandingkan bekerja di kantor.

Kendati demikian, wacana tersebut sedang dikaji lebih mendalam oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB). Kita tunggu hasilnya, yang pasti jajaran Kementerian ATR/BPN terus semangat. (Yot)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama