Tujuh anggota OPEC+, termasuk Arab Saudi dan Rusia, akan meningkatkan produksi sebesar 188.000 barel per hari. // Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Kapolda Banten Kunker Ke Ditpolairud Cek Kesiapan Personel


BANTEN (wartamerdeka.info) - Dalam rangka  mengecek kesiapan operasional, sarana dan prasarana pada Satuan Kerja pada jajaran Polda Banten , Kapolda Banten Irjen Pol Drs. Agung Sabar Santoso, S.H., M.H melakukan  kunjungan kerja ke Mako Ditpolairud, Jumat (17/01/2020).

Kapolda Banten Irjen Pol Drs. Agung Sabar Santoso, S.H., M.H, menyatakan pada kegiatan ini bertujuan untuk menyampaikan COMMANDER WISH Kapolda Banten juga dalam rangka melihat apakah 7 Program Prioritas Kapolri sudah berjalan di setiap Satuan Kerja.

Diungkapkan Agung Sabar Santoso kunjungan kerja kali ini diharapakan dapat membangkitkan semangat para personil Dirpolairud Polda Banten dan meningkatkan kinerja.

"Kapolda juga menekankan agar kita sebagai pelayan masyarakat, dapat menempatkan polri sejajar dengan masyarakat dalam melayani masyarakat sehingga masyarakat benar-benar merasa dilayani, terang Kapolda.

ditempat yang sama Dirpolairud  Polda Banten, Kombes Pol Nunung Syaifudin,S.Ik.MM menerangkan kami sangat bersyukur atas kunjungan yang dilakukan oleh Kapolda Banten ke Mako Dirpolairud. " Karena kunjungan tersebut dapat memberikan motivasi bagi personil Ditpolairud Polda Banten dalam melaksanakan tugas," pungkasnya.(Bidhumas)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama