Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

 


Terpidana Penipuan Dan Buronan Kejaksaan, Pajang Poster Dengan Presiden

JAKARTA (wartamerdeka.info) - Tim Tabur Kejaksaan Agung RI dan jajarannya, Kejati DKI cq Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat, belum juga menangkap terpidana pelaku penipuan dan penggelapan uang 500.000 dolar US (setara Rp 6,5 Miliar waktu itu) yang dihukum Mahkamah Agung RI, 3 tahun penjara, Dalton Ichito Tanonaka. 


Dalton yang berstatus Warga Negara Amerika Serikat keturunan Jepang ini bahkan disinyalir masih bebas beraktifitas menjalankan perusahaannya  PT Melia Media Internasional (MMI) atau The Indonesia Channel.

Dan mungkin ini baru pertama kali terjadi dalam kasus pidana di Indonesia, sebab buronan dan terpidana ini disinyalir berpose dengan Presiden Ri. Jokowi.

Prilaku Dalton Ichiro Tanonaka terpidana tiga tahun dalam perkara penipuan dan penggelapan terhadap seorang pengusaha sebesar Rp 6,5 Miliar, tentu akan membuat merah telinga aparat penegak hukum.

Hartono Tanuwidjaja SH MSI MH CLA selaku kuasa hukum pengusaha HPR dan pelapor Dalton ke Polda Metro Jaya,  mengaku sedih, prihatin dan kecewa dengan tingkah laku terpidana Dalton yang seakan menelanjangi wajah penegak hukum dengan menyandingkan dirinya bersama Presiden Jokowi.

“Pertama dan baru terjadi di Indonesia foto terpidana penipuan sedang bersanding bersama kepala negara. Wajah jaksa sebagai eksekutor mau taruh dimana” katanya, Selasa pagi (6/10/2020).

Sebelumnya Dalton Ichiro Tanonaka juga pernah muncul bersama pria yang mirip politikus Sandiaga Salahuddin Uno dan eks pembaca acara berita Sandra Malakiano, di kanal youtube milik stasiun televisi nasioal.

Ya. Persoalannya Dalton saat ini adalah pihak yang paling diburu oleh aparat Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat, untuk menjalani sanksi pidana selama tiga tahun penjara. Namun Dalton seolah membuka lokasi persembunyiiannya dengan membuat konten program acara talk show tersebut

Yang lebih miris lagi, bukan hanya Kejaksaan saja yang merasa terabaikan oleh perangai Dalton, tetapi patut diduga Presiden Joko Widodo turut direndahkan. Sebab saat wartawan menyambangi perusahaan PT Melia Media Internasional (MMI) atau The Indonesia Channel, terpampang poster bergambar Dalton bersama mantan Gubernur DKI Jakarta. Mengenakan pakaian batik lengan panjang.

Tak hanya Presiden Jokowi. Ada juga foto mirip mantan Ibu Negara Hj Sinta Nuriyah Wahid, eks Presiden AS, Barack Obama, penyanyi Anggun Cipta Sasmi, Agnes Monica, pianis cilik Joey Alexander dan pembawa acara Daniel Mananta.

Terkait fakta itu sketsindonews.com masih menunggu tanggapan Asri Agung Putra selaku Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta ihwal perkembangan terkini buronan sekaligus terpidana Dalton Ichiro Tanonaka.

Untuk diketahui PT MMI atau The Indonesia Channel disinyalir kepunyaan Dalton. Di perusahaan itu, ia bersama rekan-rekannya memproduksi program acara talk show berbahasa Inggris dan berkerjasama dengan tvonenews.com.

Menurut keterangan Kiki Handayani staf adminitrasi PT MMI kepada media ini mengatakan, ia mengaku tidak mengetahui proses kerjasama antara TIC dangan tvonenews.com ihwal konten tersebut. Lantaran ia hanya sebagai staf admin. “Saya tidak tau mengenai kerjasama itu,” ucapnya, Kamis siang (5/10/20) di Jakarta.

Sementara itu portal ini telah berupaya menelpon serta menghubungi Arci Fadilah selaku General Manager PT MMI melalui faksimili namun belum ada respon hingga kini.

Dalam pemberitaan sebelumnya disebutkan bahwa pihak tvonenews.com mengakui kanal youtube miliknya hanya sebatas melakukan kerjasama dengan PT MMI. Ihwal proses pembuatan acara talk show merupakan kewenangan the indonesia channel. Hal tetsebut diungkapkan Raldy Doy Manager Publik Relation tvonenews.com.

“Semua terkait proses produksi oleh Hot Indonesia,” ujar Rialdy, saat dikonfirmasi perihal tayangan video yang.membahas tips perjalanan di masa pandemi oleh Dalton Tanonaka, Sandiaga Salahuddin Uno dan Sandra Malakiano di kanal tvonenews.com, Rabu (30/9/20) malam. (dm)

Posting Komentar untuk "Terpidana Penipuan Dan Buronan Kejaksaan, Pajang Poster Dengan Presiden"