Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting


 

Pembangunan SMKN Maritim Lamongan Terus Dikebut

Ada Pergantian Ketpan Pembangunan Yang Dinilai Tak Lazim


LAMONGAN (wartamerdeka.info) - Setelah tahun kemarin menyelesaikan pembangunan pematangan lahan (Pengurukan) dan pembangunan pagar USB, SMKN Maritim Brondong, (2019), kini dilanjutkan dengan membangun ruang kegiatan belajar (RKB). Sejumlah bangunan RKB bahkan sudah hampir selesai. 

Informasi yang diterima media ini menyebut alokasi anggaran pembangunan RKB di SMKN Maritim Brondong senilai Rp. 6 Milyar. Rinciannya Rp. 3 milyar, untuk pembangunan 4 RKB dan 2 Ruang Praktek, sedangkan Rp. 3 milyar lainnya untuk pengadaan barang (pengadaan Peralatan praktek). Alokasi anggaran tersebut diambilkan dari APBN dan dikerjakan secara swakelola.

Sementara itu, ditengah berlangsungnya pembangunan lanjutan gedung SMKN Maritim beredar kabar terjadinya pergantian ketua panitia pembangunan, yang dinilai tak lazim. Semula ketua pembangunan SMKN Maritim yang berlokasi di Pantura kota Tahu Campur itu, di ketua Sufaat, yang juga kepala SMKN Kalitengah, namun pada tahap pembangunan RKB ini digantikan oleh Suud, kepala SMKN Brondong.

Sebelum definitif Kasek SMKN Brondong, Suud adalah Kasek SMAN Bluluk.

Dikonfirmasi via WA, terkait pergantian ketua panitia pembangunan SMKN Maritim, Sufaat menyebut tidak ada masalah apapun.

"Ya, ndak ada masalah, itu kan biasa, pak Suud lebih dekat dengan lokasi pembangunan sehingga pengawasannya akan lebih mudah," ungkap Sufaat.

Kepala SMKN Brondong, yang juga ketua pembangunan SMKN Maritim, Suud juga menyebut pergantian itu, biasa dan tugas dari dinas propinsi.

"Kalau dinas propinsi pendidikan mungkin pertimbangannya mana yang lebih dekat," kata dia.

"Kalau saya dinilai lebih dekat sehingga pengawasannya lebih mudah, mungkin itu pertimbangannya," kata Suud.

Kepala dinas Pendidikan Propinsi Jatim, Wachid Wahyudi dikonfirmasi bahkan sama sekali tidak kaget meski banyak pihak menyebut pergantian tersebut dinilai mendadak dan tida lazim.

"Yang tidak mendadak yang mana?," Kata mantan Kadishub propinsi Jatim ini. 

Dia menyebut bahwa pergantian ketua pembangunan SMKN Maritim dari Sufaat ke Suud hanya untuk memudahkan kontrol dan pengawasan saja.

"Pertimbangannya Suud lebih mudah melakukan kontrol karena lebih dekat," ungkapnya. (Mas)

1 komentar untuk "Pembangunan SMKN Maritim Lamongan Terus Dikebut"

  1. Tenaga pendidik SMKN Maritim Brondong Lamongan harus ASLI putra / putri Brondong Lamongan yang harus diperhatikan.

    BalasHapus