// Setelah gempa melanda Jepang utara, peringatan tsunami dikeluarkan lalu kemudian dicabut, namun masyarakat di berbagai wilayah harus tetap waspada terhadap potensi gempa mega. // Harga minyak mentah Brent melonjak naik lebih dari 7 persen karena Washington dan Teheran memberikan keterangan yang bertentangan mengenai negosiasi gencatan senjata. // China sejauh ini telah berhasil melewati krisis minyak bersejarah. Namun, saat Xi bersiap bertemu Trump, biaya mulai meningkat. // Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengkritik komentar Trump tentang Paus Leo XIV //

Pineapple

Jepang memperingatkan potensi gempa dahsyat setelah gempa berkekuatan 7,7 melanda.


Para pejabat Jepang telah mengeluarkan peringatan setelah gempa berkekuatan 7,7 melanda wilayah timur laut negara itu pada tanggal 20 April. Mereka memperingatkan bahwa gempa dahsyat dapat terjadi dalam seminggu ke depan dan menyerukan agar masyarakat tetap bersiap menghadapi peristiwa seismik besar lainnya.

Puncak Peringatan Upacara HARI BELA NEGARA ke 72 Digelar Secara Virtual


CILACAP (wartamerdeka.info) - Tepat pada 19 Desember 1948, muncul deklarasi tentang pendirian Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI). PDRI yang berpusat di Bukittinggi, Sumatera Barat, punya peran penting dalam mempertahankan kemerdekaan RI.

Saat Belanda melancarkan Agresi Militer II dan para pemimpin republik, termasuk Sukarno-Hatta ditangkap, PDRI menjadi penyelenggara pemerintahan RI Sementara, melalui Kabinet Darurat yang dipimpin oleh Sjafruddin Prawiranegara. 

Tanggal 19 Desember ditetapkan menjadi Hari Bela Negara melalui Keppres No. 28 tahun 2006 yang diteken oleh Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono.

HBN tahun 2020 tahun ini bertema “Semangat Bela Negara Wujudkan SDM Tangguh dan Unggul."  Diharapkan dapat membawa seluruh lapisan masyarakat untuk membela negara.

Upacara HBN secara nasional diikuti secara virtual oleh seluruh komponen negeri, termasuk Badan Kesatuan Bangsa dan POLITIK-BAKESBANGPOL Cilacap di Aula Pancasila.


Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto dalam sambutannya mengatakan Bela Negara secara fisik dapat diartikan sebagai usaha pertahanan menghadapi serangan fisik atau agresi dari pihak yang mengancam keberadaan negara, sedangkan secara non-fisik konsep ini diartikan sebagai upaya untuk ikut berperan aktif dalam memajukan bangsa dan negara, baik petani, guru, dokter dan para medis, buruh, pengacara serta apapun profesinya yang secara sungguh-sungguh berkomitmen tinggi mengerjakan hak dan kewajibannya.

Usai upacara dilanjutkan dengan acara tambahan dialog Virtual seputar BELA NEGARA.(bakesbangpol/gus)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama