TikTok YouTube Instagram Twitter WhatApp

Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Presiden Jokowi Pastikan Indonesia Telah Pesan 329.500.000 Vaksin

JAKARTA (wartamerdeka.info) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan Indonesia telah memesan 329,5 juta dosis vaksin Covid-19 dari sejumlah perusahaan internasional. 

Rencananya Indonesia akan mendatangkan total 426 juta dosis vaksin. Jumlah itu akan digunakan untuk vaksinasi massal terhadap 182 juta orang.

"Jumlah total yang telah firm order 329.500.000 vaksin. Hanya pengaturannya nanti akan dilakukan oleh menteri kesehatan," kata Jokowi dalam Rapat Terbatas Penanganan Pandemi Covid-19 dan Rencana Pelaksanaan Vaksinasi di Istana Negara, Jakarta, Rabu (6/1/2021).

Jokowi menyampaikan saat ini baru 3 juta dosis vaksin Sinovac yang telah mendarat di Tanah Air. Dalam waktu dekat, ia menyebut akan ada kedatangan 122,5 juta vaksin dari perusahaan asal China itu.

Indonesia juga akan mendatangkan 50 juta dosis vaksin Novavax dari Kanada, 50 juta dosis vaksin Covax dari Gavi, 50 juta dosis vaksin AstraZaneca dari Inggris, dan 50 juta dosis vaksin Pfizer dari Amerika Serikat.

"Saya minta kesiapan-kesiapan kita dalam rangka menuju vaksinasi agar dicek dan dikontrol para gubernur," ujar Jokowi.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan vaksinasi akan dimulai di Jakarta, Rabu (13/1). Presiden Jokowi akan jadi orang pertama yang disuntik vaksin.

Pada hari berikutnya, vaksinasi massal akan digelar di daerah. Pada gelombang pertama vaksinasi, pemerintah akan menyuntik tiga golongan, yaitu tenaga kesehatan, kepala daerah, dan tokoh masyarakat sebagai bagian dari kampanye vaksin aman.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama