// Perusahaan satelit AS Planet Labs mengumumkan pemblokiran siaran gambar perang di Iran, atas permintaan pemerintah AS. // Kapal yang Terkait dengan Jepang Melewati Selat Hormuz // Iran telah menghancurkan satu jet F-15 dan menargetkan pesawat A-10 AS yang jatuh ke Teluk. // Pasar saham UEA di Dubai dan Abu Dhabi telah kehilangan sekitar $120 miliar sejak perang AS-Israel terhadap Iran. // Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengatakan Amerika Serikat sedang merencanakan serangan darat meskipun dalam upaya diplomatik untuk mengakhiri perang. //

Berita Foto

Serangan Israel memperdalam keretakan di Lebanon


OBeirut, Lebanon – Pada Minggu malam, Georges, 44 tahun, sedang duduk di balkonnya di Ain Saadeh, daerah yang mayoritas penduduknya beragama Kristen di sebelah timur Beirut, ketika teleponnya berdering di dapurnya, Ia berjalan untuk menjawabnya, dan tepat saat ia mengangkat telepon, sebuah ledakan keras mengguncang bangunan di belakangnya.

Lanjut...

Serda Herry Berkunjung Ke Penjemur Ikan Teri Di Desa Tanjung Tengah

PENAJAM (wartamerdeka.info)  – Salah satu bentuk keakrapan aparat territorial kewilayahan atau Babinsa (Bintara Pembina Desa) terhadap warga Desa binaannya serta mempupuk tali silahturrahmi antar sesama.

Hal tersebut yang di lakukan oleh salah satu anggota Koramil 0913-01/Penajam Kodim 0913/PPU Serda Herry Babinsa Kelurahan Tanjung Tengah, dengan melaksanakan komsos (Komunikasi Sosial).

Kali ini Serda Herry mengunjungi kepada Indah (29 thn) dan Aidah Tanjung (46 THN) warga Rt 05 Kelurahan Tanjung Tengah, Kecamatan Penajam, Kab PPU saat menjemur ikan teri di halaman rumahnya. Minggu (21/2/2021).

Kegiatan Komsos tersebut juga merupakan pendampingan Home Industri yang dilaksanakan oleh Babinsa Serda Herry. Dalam hal ini sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat, untuk selalu menjaga lingkungan hidup, serta memantapkan Kemanunggalan TNI dan Rakyat di wilayah.

Dimana menuju masyarakat yang dapat meningkatkan taraf hidup dan pendapatan yang lebih baik, serta memotivasi warga. Dalam hal ini supaya bisa menembus pasar internasional didalam penjualan ikan teri yang bebas bahan kimia.

Serda Herry berharap, dengan mengolah kekayaan hasil laut, ekonomi warga binaanya bisa meningkat. Sehingga juga mampu untuk meningkatkan kesejahteraan mereka bersama keluarganya.

“Mudah-mudahan kekayaan alam laut, bisa terus memberikan penghidupan yang layak bagi setiap penduduknya, terutama para nelayan tradisional,” pungkasnya

Menurut Serda Herry, hasil ikan teri ini di peroleh dari sang suami yang berprofesi sebagai nelayan. Dimana dirinya berangkat pagi pulang sore yaitu dengan cara alat dogol. Dan sekali turun kelaut bisa sampai 45 Kg dalam kondisi basah dan setelah dikeringkan menyusut tinggal 10 Kg saja.

Menurut Indah ketika dikonfirmasi menuturkan, untuk penjualan biasanya kami antar ke pasar, ada juga yang langsung pesan, dan di ambil di rumah. Kemudian untuk harga, biasa kami jual 45 ribu per kilo tapi kalu di pasar bisa mencapai 50 ribu rupiah,” ujar Indah. (T)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama