// Setelah gempa melanda Jepang utara, peringatan tsunami dikeluarkan lalu kemudian dicabut, namun masyarakat di berbagai wilayah harus tetap waspada terhadap potensi gempa mega. // Harga minyak mentah Brent melonjak naik lebih dari 7 persen karena Washington dan Teheran memberikan keterangan yang bertentangan mengenai negosiasi gencatan senjata. // China sejauh ini telah berhasil melewati krisis minyak bersejarah. Namun, saat Xi bersiap bertemu Trump, biaya mulai meningkat. // Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengkritik komentar Trump tentang Paus Leo XIV //

Pineapple

Jepang memperingatkan potensi gempa dahsyat setelah gempa berkekuatan 7,7 melanda.


Para pejabat Jepang telah mengeluarkan peringatan setelah gempa berkekuatan 7,7 melanda wilayah timur laut negara itu pada tanggal 20 April. Mereka memperingatkan bahwa gempa dahsyat dapat terjadi dalam seminggu ke depan dan menyerukan agar masyarakat tetap bersiap menghadapi peristiwa seismik besar lainnya.

Uu Ruzhanul Tinjau Lokasi Banjir Dan Ajak Semua Pihak Peduli Lingkungan Untuk Hindari Banjir

BEKASI (wartamerdeka.info) - Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum meninjau lokasi bencana banjir di Perumahan Pondok Gede Permai (PGP), Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Senin (22/2/2021). 

Dari hasil peninjauan lapangan itu, Kang Uu mengatakan, banjir di PGP disebabkan curah hujan tinggi, kurangnya penyerapan air, serta jebolnya tanggul sungai di kompleks perumahan tersebut. 

"Tanggul penahan air sudah lama, uzur, dan retak, jadi saat banjir deras dan kencang tanggul tersebut tidak bisa menahan laju air," ucap Kang Uu yang turut didampingi Camat Jatiasih Mariana. 

Akibat banjir tersebut, sekitar 700 kepala keluarga terdampak dan ratusan warga harus mengungsi. 

Namun, Kang Uu berpesan kepada semua pihak untuk tidak menyalahkan bencana banjir di PGP. Ia mengajak unsur pemerintah, lembaga, serta masyarakat untuk ihtisabun nafsi (koreksi diri) dan lebih peduli terhadap lingkungan. 

"Pada prinsipnya saya tidak menyalahkan masyarakat (yang) membangun rumah, saluran parit mengecil, dan lainnya, juga tidak menyalahkan BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) karena kalau kita saling menyalahkan, tidak akan menyelesaikan masalah," ucap Kang Uu. 

"Masing-masing introspeksi diri termasuk pemerintah, lembaga, dan masyarakat. Menyadarkan kembali bagaimana peduli lingkungan. Jika tidak sadar atau peduli lingkungan, banjir akan terus terjadi," tambahnya. 

Kepada perangkat daerah, termasuk lurah, kepala RT dan RW, Kang Uu pun berpesan agar mereka bisa lebih memantau pembangunan yang ada di daerahnya. 

"Saat ingin membangun, cek dulu melanggar atau mengganggu fasilitas umum apa tidak. Jangan bangun seenaknya, 1-2 tahun tidak bermasalah, tapi tahun-tahun berikutnya seperti ini (terjadi bencana)," kata Kang Uu. 

Adapun untuk sementara, tanggul yang rusak di PGP diperbaiki dengan geobag berisi pasir dan tanah. Berikutnya, Kang Uu meminta BBWS Ciliwung dan Cisadane  untuk segera memperbaiki tanggul secara permanen. 

"Harus ada segera perbaikan permanen, harus ada rapat lagi dengan BBWS Ciliwung Cisadane dan pihak terkait," ucapnya. 

Selain Perumahan PGP Kota Bekasi, Kang Uu juga meninjau lokasi banjir di Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi. Terdapat empat desa yang terendam banjir di daerah tersebut. Selain curah hujan tinggi, banjir disebabkan jebolnya tanggul Sungai Citarum. 

Lewat peninjauan lapangan itu, Kang Uu memastikan warga terdampak banjir mendapat penanganan yang baik sekaligus menyerahkan bantuan berupa sembako, obat-obatan, dan masker. 

Ia pun memastikan, pihaknya akan berkoordinasi dengan semua pihak yang terlibat dalam penanganan banjir untuk mencari solusi. (Tyo)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama