// Setelah gempa melanda Jepang utara, peringatan tsunami dikeluarkan lalu kemudian dicabut, namun masyarakat di berbagai wilayah harus tetap waspada terhadap potensi gempa mega. // Harga minyak mentah Brent melonjak naik lebih dari 7 persen karena Washington dan Teheran memberikan keterangan yang bertentangan mengenai negosiasi gencatan senjata. // China sejauh ini telah berhasil melewati krisis minyak bersejarah. Namun, saat Xi bersiap bertemu Trump, biaya mulai meningkat. // Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengkritik komentar Trump tentang Paus Leo XIV //

Pineapple

Jepang memperingatkan potensi gempa dahsyat setelah gempa berkekuatan 7,7 melanda.


Para pejabat Jepang telah mengeluarkan peringatan setelah gempa berkekuatan 7,7 melanda wilayah timur laut negara itu pada tanggal 20 April. Mereka memperingatkan bahwa gempa dahsyat dapat terjadi dalam seminggu ke depan dan menyerukan agar masyarakat tetap bersiap menghadapi peristiwa seismik besar lainnya.

Direskrimsus Polda Banten Rutin Awasi Distribusi APD Dan Alkes

Direskrimsus Polda Banten Kombes Pol Joko Sumarno 

SERANG (wartamerdeka.info) - Ditkrimsus Polda Banten rutin melakukan pengawasan distribusi APD serta ketersediaan masker dan handsanitizer di apotik maupun di distributor. 

Saat ditemui, Direskrimsus Polda Banten yang juga sebagai Kasatgas PEN Daerah Banten Kombes Pol Joko Sumarno mengatakan bahwa pengawasan tersebut perlu dilakukan guna memastikan ketersediaan APD di wilayah hukum Polda Banten stabil. 

"Kita dari Ditkrimsus Polda Banten rutin melaksanakan pengawasan dan pengecekan ketersediaan stok APD, masker dan handsanitizer di setiap apotik, toko alat kesehatan dan para distributor," ujar Joko Sumarno, Minggu (14/03/2021). 

"Pengecekan tersebut penting dilakukan bertujuan untuk memastikan ketersediaan stok, dan yang terpenting memastikan bahwa harganya masih normal dan stabil," lanjut Joko Sumarno. 

Masih kata Joko Sumarno, di masa pandemi covid-19 seperti ini, setiap masyarakat diwajibkan mematuhi protokol kesehatan.

"Namun kami menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak panik, jangan sampai memborong APD, masker dan handsanitizer di toko-toko atau apotik. Karena bisa mengakibatkan kelangkaan dan kenaikan kepada harganya," tegas Joko Sumarno. 

Lebih lanjut, Joko Sumarno menjelaskan pengawasan tersebut perlu dilakukan guna mendukung program pemerintah dalam pemulihan ekonomi nasional. 

"Antisipasi ini perlu kita lakukan guna pemulihan ekonomi nasional, dimana akibat dampak covid-19 ini membuat perekonomian negara kita menurun sehingga dengan melakukan pengawasan ini kita turut andil dalam membantu pemerintah," tutup Joko Sumarno. 

Terpisah, Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi mengajak kepada seluruh masyarakat di wilayah hukum Polda Banten untuk selalu mematuhi protokol kesehatan guna mencegah penularan Covid-19. 

"Di masa pandemi covid-19 ini, mari kita patuhi protokol kesehatan. Selalu menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun atau handsanitizer, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas. Semu itu kita lakukan guna mencegah penyebaran Covid-19," ujar Edy Sumardi. 

"Dan juga mari kita dukung program pemerintah tentang pencegahan penyebaran covid-19 dan juga kita dukung pemulihan ekonomi nasional," tutup Edy Sumardi. 

(Sumber : Kabid Humas Polda Banten)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama