// Setelah gempa melanda Jepang utara, peringatan tsunami dikeluarkan lalu kemudian dicabut, namun masyarakat di berbagai wilayah harus tetap waspada terhadap potensi gempa mega. // Harga minyak mentah Brent melonjak naik lebih dari 7 persen karena Washington dan Teheran memberikan keterangan yang bertentangan mengenai negosiasi gencatan senjata. // China sejauh ini telah berhasil melewati krisis minyak bersejarah. Namun, saat Xi bersiap bertemu Trump, biaya mulai meningkat. // Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengkritik komentar Trump tentang Paus Leo XIV //

Pineapple

Jepang memperingatkan potensi gempa dahsyat setelah gempa berkekuatan 7,7 melanda.


Para pejabat Jepang telah mengeluarkan peringatan setelah gempa berkekuatan 7,7 melanda wilayah timur laut negara itu pada tanggal 20 April. Mereka memperingatkan bahwa gempa dahsyat dapat terjadi dalam seminggu ke depan dan menyerukan agar masyarakat tetap bersiap menghadapi peristiwa seismik besar lainnya.

Kodim 1002/Barabai Bantu Penanganan Banjir Di Haruyan

BARABAI (wartamerdeka.info) - Banjir yang terjadi di Kecamatan Haruyan Kabupaten Hulu Sungai Tengah pada hari Kamis,13 Mei 2021 sekitar pukul 19.00 wita membuat 5 desa terendam air.

Banjir disebabkan luapan Sungai Loklaga Haruyan yang berhulu dari Pegunungan Hamak di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).

Kelima  desa tersebut adalah Desa Haruyan Seberang, Desa Pengambau Hilir Dalam, Desa Lok Buntar, Desa Mangunang desa Haruyan dan hari ini satu lagi yaitu Desa Pengambau Hilir Luar juga terdampak banjir.

Kodim 1002/Barabai melalui Kepala Staf Mayor Arm Agus Sutisna didampingi Plh.Danramil 1002-03/Haruyan Peltu Henri Murpianto membantu evakuasi warga dan pasca banjir melakukan pembersihan fasilitas umum, tempat ibadah dan rumah warga, Jum'at (14/05/2021).

Pembersihan tempat ibadah salah satunya di garasi dan Masjid Mujahidin di RT. 003 Desa Haruyan Seberang yang sebelumnya digunakan untuk pengungsian sementara  oleh warga.

Kepala Staf Kodim Barabai Mayor Arm Agus Sutisna mengungkapkan pihaknya selalu bersinergi dan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana alam Daerah (BPBD), Polres dan SKPD terkait untuk menangani banjir," ucapnya.

Lebih lanjut Agus Sutisna mengatakan untuk debit air  sudah ada penurunan sekitar 20 centimeter. Air pun mengalir tidak begitu deras lagi, dan untuk para pengungsi sudah kembali pulang ke rumah masing-masing serta aktifitas warga kembali normal.

Namun demikian kami menghimbau kepada warga untuk tetap waspada jika terjadi hujan, kemungkinan sungai bisa kembali meluap," tandasnya.(sumber: Pendim1002).

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama