Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

 


 


Si Cabe Manis Dari Kecamatan Laren Terpilih Masuk TOP 5

Moh. Naim, Camat Laren, Kab Lamongan

LAMONGAN (wartamerdeka.info) - Ada 96 proposal inovasi dari berbagai OPD/UPTD dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik  kabupaten Lamongan  (SINOLLA 2021). Jumlah itu, akhirnya hanya terpilih 5 besar atau TOP 5 setelah dilakukan penilaian dan penjaringan oleh tim juri. Salah satunya, Si Cabe Manis dari kecamatan Laren. 

Si Cabe Manis, tidak serumpun dengan Si Manis Jembatan Ancol atau Cabe yang berasa manis, melainkan sebuah program Aksi Menanam Cabe Melawan Musim. Sebuah langkah yang benar benar inovatif sehingga wajar jika Si Cabe Manis kemudian semakin dilirik banyak petani. 

Kebiasaan petani menanam cabe (lombok) selama ini, dilakukan pada saat memasuki musim hujan (sekitar bulan Oktober atau September) bisa dihitung saat panen masih dalam musim hujan. 

Menanam cabe saat memasuki musim hujan banyak resiko, apalagi tanaman ini termasuk tanaman yang tidak suka terlalu banyak air. 

Tanaman cabe lebih suka pada lokasi yang lembab sehingga terlalu banyak air (penyiraman berlebihan) akan memicu pertumbuhan jamur dan gampang membusuk sehingga rentan terkena hama. Terlalu banyak air juga mempengaruhi suhu tanaman. 

Wajar kalau pada saat memasuki musim hujan harga cabe melambung, selain faktor bencana alam seperti banjir, menanam cabe di musim hujan tidak bisa panen pada saat musim hujan, panennya pasca musim hujan atau memasuki musim kemarau. Yang tidak terkena banjir tanaman cabe belum memasuki musim panen. Akibatnya harga cabe semakin melambung. Biasanya ini, terjadi pada bulan bulan, Oktober, Nopember, Desember dan Januari atau Februari. 

Melihat kondisi seperti ini, Camat Laren bersama Kades melakukan terobosan lain, yakni bagaimana musim panen (petik) cabe bisa dilakukan pada saat memasuki atau sepanjang musim hujan sehingga dari sisi harga cukup menguntungkan. 

Lagi lagi yang menjadi problem adalah ketersediaan air jika menanam cabe di musim kemarau, antara bulan Juni - Juli. 

"Nah, dari situlah kami kemudian berkordinasi dengan dinas terkait, dinas SDA dan Dinas Pertanian. Alhamdulillah dapat bantuan irigasi, pompa air, tandon dll, disandingkan dengan Dana Desa, pada saat itu, " ujar Moh. Naim, Camat Laren. 

Gerakan menanam cabe ini, lanjut mantan Camat Sarirejo itu, sudah kami lakukan sejak 2018 lalu. 

Saat awal gerakan menanam cabe ini  dilakukan hanya ada sekitar beberapa hektar lahan saja, namun seiring berjalannya waktu dan hasilnya juga sudah bisa dirasakan, produksi cabe pada program Si Cabe Manis ini semakin meluas dan meningkat. 

"Sekarang ada seluas 70ha lahan yang ditanami cabe, karena produktifitas nya semakin meningkat, " tambah Naim. 

Lahan seluas 70 hektar  yang di tanami cabe tersebut terletak di dusun Kopen desa Gampang Sejati kecamatan Laren.

Diajukan dalam ajang Kompetisi Pelayanan Publik kabupaten Lamongan tahun 2021 ini, Si Cabe Manis masuk dalam TOP 5 untuk kategori Ketahanan Pangan. 

Kabag Organisasi pemkab Lamongan, Sujarwo menyebut, SINNOLA  dilaksanakan untuk menjaring inovasi pelayanan publik disetiap perangkat daerah yang diharapkan akan meningkatkan kualitas pelayanan publik. 

"Semua inovasi baik dan semua kita dorong untuk mengikuti inovasi ditingkat provinsi atau nasional, " kata Sujarwo. (Mas)

Posting Komentar untuk "Si Cabe Manis Dari Kecamatan Laren Terpilih Masuk TOP 5"