Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Keluarga Terpidana Kasus Pelanggaran PPKM Darurat Menggedor Lapas Tasikmalaya Di Tengah Malam



Tidak Terima Anaknya Disatuin Dengan Narapidana Lain

TASIKMALAYA (wartamerdeka.info) - Agus Sutarman, ayah terpidana pelanggar PPKM Darurat Asep Lutfi menggedor pagar Lapas tengah malam sekira jam 23.00 Wib, Kamis malam (15/7/2021), karena dia tidak terima anaknya disatuin dengan narapidana lain dan rambutnya di plontosin seperti penjahat kriminal.

Keluarga tahu hal tersebut dari pemberitaan sebuah media di Tasikmalaya.

Setelah beberapa menit menunggu akhirnya petugas Lapas keluar menemuinya dan membantah hal tersebut. Padahal sebelumnya Kalapas saat diwawancarai mengatakan bahwa terpidana Asep akan disatukan dengan narapidana lain karena ruangan sal tahanan penuh.

Setelah bersitegang antara keluarga dengan petugas Lapas, akhirnya perwakilan keluarga diperbolehkan masuk dengan dikawal oleh petugas untuk melihat kondisi terpidana Asep.

"Iya saya barusan melihat kakak saya Asep di dalam sal tahanan sendirian tidak disatuin sama napi lain. Namun soal rambut betul diplontosin seperti murid baru sekolah SMK, tapi itu tidak apa apa," kata Adiknya terpidana Asep Lutfi, yaitu Aditria Sutarman (21).

Aditria, kakaknya terpidana Asep, mengatakan bahwa keadaan kakaknya itu berbeda dengan apa yang diberitakan.

Dirinya sempat heran kenapa pemberitaan dibesar besarkan, namun suasana mencair setelah seorang wartawan yang memberitakan hal itu mengklarifikasi bahwa berita itu sudah sesuai dengan apa yang telah dikatakan Kalapas saat dalam wawancara bersama dirinya,tentang akan disatukannya bersama napi lain.(H Adam)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama