// Setelah gempa melanda Jepang utara, peringatan tsunami dikeluarkan lalu kemudian dicabut, namun masyarakat di berbagai wilayah harus tetap waspada terhadap potensi gempa mega. // Harga minyak mentah Brent melonjak naik lebih dari 7 persen karena Washington dan Teheran memberikan keterangan yang bertentangan mengenai negosiasi gencatan senjata. // China sejauh ini telah berhasil melewati krisis minyak bersejarah. Namun, saat Xi bersiap bertemu Trump, biaya mulai meningkat. // Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengkritik komentar Trump tentang Paus Leo XIV //

Pineapple

Jepang memperingatkan potensi gempa dahsyat setelah gempa berkekuatan 7,7 melanda.


Para pejabat Jepang telah mengeluarkan peringatan setelah gempa berkekuatan 7,7 melanda wilayah timur laut negara itu pada tanggal 20 April. Mereka memperingatkan bahwa gempa dahsyat dapat terjadi dalam seminggu ke depan dan menyerukan agar masyarakat tetap bersiap menghadapi peristiwa seismik besar lainnya.

Sosialisasi "Bude Jamu" Hasnah Syam Kembali Kerjasama Dengan Kemenkes RI

BARRU (wartamerdeka.info) - Anggota DPR RI Fraksi Nasdem drg. Hj. Hasnah Syam MARS bersama Direktorat Produksi dan Distribusi Kefarmasian Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementrian Kesehatan RI menggelar Sosialisasi Bude Jamu (Bugar Dengan Jamu) kepada para Pengurus Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP. PKK) Kab. Barru dan para Kepala Puskesmas dengan Tema: Penggunaan Jamu yang Aman, Bermutu, Bermanfaat untuk Menjaga Kesehatan dan Kebugaran Keluarga yang dilaksanakan di Baruga Singkerru Adae Rumah Jabatan Bupati Barru, Sabtu (04/09/2021).

Hasnah Syam saat membuka sosialisasi menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kerjasama Direktorat Produksi dan Distribusi Kefarmasian, Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI bersama Dinas Kesehatan Kab. Barru. 

"Kegiatan ini merupakan titik terakhir dari 8 titik yang kita lakukan sosialisasi. Peserta yang kita ikutkan merupakan pengurus PKK Kab. Barru dan Kepala Puskesmas yang nantinya kami berharap membantu untuk mensosualisasikan proram ini kepada masyarakat," ujarnya.

Dengan adanya program ini pemanfaatan Toga di Kab. Barru akan lebih maksimal. 

Hj. Hasnah Syam juga menambahkan bahwa Sosialisasi Penggunaan Jamu yang Aman, Bermutu, dan Bermanfaat ini diharapkan agar para pelaku usaha Jamu dibuatnya secara higienis dengan menjaga kebersihan dan dengan sanitasi yang baik dalam proses pembuatan Jamu, dan ini penting untuk disosialisasikan.

Sementara itu Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kab. Barru Abd. Rahim, S.IP, M.Si menyampaikan terima kasih atas inisiasi yang dilakukan ibu drg. Hj. Hasnah Syam atas diselenggarakannya kegiatan ini. Dan kegiatan ini sangat bermanfaat mengingat di Kab. Barru produktifitas pemanfaatan pekarangan masyarakat sangat baik sehingga manfaatnya lebih maksimal.

Anwar Wahyudi, SE, Apt, MKM (Sub Koordinator Kemandirian Obat) Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI dalam sambutannya menjelaskan bahwa Jamu memiliki tiga dimensi, yaitu: Dimensi Kesehatan, Dimensi Ekonomi dan Dimensi Sosial-Budaya.

"Setelah pelaksanaan vaksinasi sebanyak 1000 sasaran hari ini kita kembali melakukan sosialisasi Bude Jamu. Jamu dalam rangka untuk usaha kesehatan preventif dan promotif dapat membantu untuk menurunkan biaya kesehatan. Germas Bude Jamu (Gerakan Masyarakat Bugar dengan Jamu) telah diluncurkan oleh Kemenkes RI," pungkasnya.

Sementara, Kadis kesehatan Barru dr. Amis Rifai dalam materinya menjelaskan bahwa kandungan bahan aktif tanaman obat tergantung dari cara budidaya dan lingkungan tumbuhnya. Lingkungan tumbuh, antara lain: Curah Hujan (Cenderung beriklim agak kering), Ketinggian Tempat, Naungan/Tegakan (Cenderung agak tahan Naungan/di bawah Tegakan Hutan).

Jenis dan Kesuburan Tanah untuk Tanaman Obat juga perlu diperhatikan untuk tanaman obat penghasil Rimpang, Umbi & Akar, Daun, Herba, Kulit, Buah/Biji.

"Untuk tanaman obat Rimpang dan Umbi diperlukan tanah yang gembur dan subur. Contohnya tanaman Temu-Temuan, Jahe, Kencur, dan lain-lain," jelasnya.

Hadir pada kegiatan ini, Sub. Koordinator kemandirian obat Direktorat Produksi dan Distribusi Kefarmasian Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementrian RI Anwar Wahyudi, SE,Apt, MKM, Kabid sumber daya kesehatan Dinas Kesehatan Prov. Sulsel Dra. Hj. Fitriyani, Apt, M.Kes, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kab. Barru Abd. Rahim, S.IP, M.Si, dan Kadis Kesehatan Kab. Barru dr. Amis Rifai.(akm/syam)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama