TikTok YouTube Instagram Twitter WhatApp

Krisis kelaparan di Somalia memburuk karena kekeringan menyebabkan lebih dari 500.000 orang mengungsi. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Dirjen Zudan Arahkan 548 Disdukcapil Ikuti Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik KemenPAN-RB

JAKARTA (wartamerdeka.info) - Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh mewajibkan seluruh Dinas Dukcapil provinsi maupun kabupaten/kota untuk ambil bagian dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) atau Sinovik yang diselenggarakan oleh Kementerian PANRB.

"Semuanya 514 kabupaten/kota dan 34 provinsi saya wajibkan semua submit, mengirim proposal ke kantor Menteri PANRB, mendaftarkan inovasinya," tutur Zudan kepada wartamerdeka, hari ini.

Dirjen Zudan dalam acara Dukcapil Belajar Seri 13, Jumt (1/4/2022),  juga memberikan semangat agar percaya diri dengan inovasi yang dimiliki setiap Dinas Dukcapil.

"Yang tahun lalu kalah masih di 90 terbaik, masukkan lagi. Yang sudah masuk top 45, masukkan di kategori khusus. Jadi kita serbu panitia di kantor Menteri PANRB dengan 548 proposal, minimal," lanjut Zudan.

Menurut Dirjen Zudan, banyak program dan kegiatan yang dapat diangkat ke dalam KIPP. Mulai dari kegiatan jemput bola, layanan terintegrasi, pelayanan penduduk disabilitas, ODGJ dan tidak hanya terbatas pada hal itu saja.

"Inovasi design ruangan yang membuat masyarakatnya hepi, pegawainya hepi, semangat kerjanya tinggi. Boleh itu disampaikan," ungkap Zudan

Zudan juga berpesan agar tidak memikirkan menang atau kalah, yang terpenting berkarya dan inovasinya telah dicatatkan pada KIPP.

"Kita gencarkan inovasi bahwa ruh birokrasi kita di Dukcapil, ruhnya adalah inovasi," tutup Zudan. (A)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama