// Harga minyak mentah Brent melonjak naik lebih dari 7 persen karena Washington dan Teheran memberikan keterangan yang bertentangan mengenai negosiasi gencatan senjata. // China sejauh ini telah berhasil melewati krisis minyak bersejarah. Namun, saat Xi bersiap bertemu Trump, biaya mulai meningkat. // Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengkritik komentar Trump tentang Paus Leo XIV // Atletico Madrid meraih kemenangan 2-0 atas Barcelona, setelah Cubarsi (Barcelona) diusir dari lapangan Camp Nou. //

Pineapple Tsunami setinggi 80 cm terpantau, peringatan dikeluarkan di lepas pantai Iwate, Hokkaido, dan Aomori
Gempa bumi kuat telah melanda Jepang Utara. Peringatan dan imbauan tsunami telah diberlakukan.
Badan Meteorologi Jepang mengatakan gempa berkekuatan 7,5 terjadi di lepas pantai Sanriku, Prefektur Iwate pada pukul 16.52, dan memiliki intensitas di atas 5 pada skala Jepang 0 hingga 7 di daerah yang paling parah terkena dampaknya.

Harga minyak mentah Brent naik lantaran keterangan yang bertentangan


Kenaikan tajam menyusul serangan terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz dan pesan-pesan yang bertentangan tentang prospek negosiasi ulang antara Amerika Serikat dan Iran.

Baca selanjutnya...

 


Dirjen Zudan: Lembaga Pengguna Data NIK Akan Dikenakan Biaya Rp1000 Per Akses

Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh

JAKARTA (wartamerdeka.info) - Kementrian Dalam Negeri melalui Ditjen Kependudukan dan Catatan Sipil akan mengenakan biaya Rp 1.000 per akses Nomor Induk Kependudukan (NIK) bagi lembaga pengguna data NIK. Tarif tersebut merupakan biaya pemeliharaan dan pengembangan sistem Dukcapil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

"Dari tahun 2013, layanan untuk akses NIK ini gratis. Mulai tahun 2022 akan berbayar bagi industri yang bersifat profit oriented," jelas Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh dalam keterangan tertulis, Kamis (14/4/2022).

Adapun akses NIK untuk kebutuhan pelayanan publik, bantuan sosial, dan penegakan hukum akan tetap gratis. Contohnya untuk BPJS Kesehatan, Pemda, kementerian, lembaga, sekolah, dan kampus.

Menurut Zudan, Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) tersebut diharap dapat membantu Ditjen Dukcapil dalam melakukan pemeliharaan dan pengembangan sistem jangka panjang. 

"Sekarang kan gratis sejak 2013. Mulai tahun 2022 akses hit per NIK akan berbayar Rp 1.000 untuk digunakan menjaga agar sistem di Dukcapil tetap hidup," lanjutnya.

Pengenaan tarif tersebut menurut Zudan tidak akan memberikan dampak signifikan kepada masyarakat. "Berdasarkan hasilnya kajian kami, (pengenaan tarif akses NIK) tidak ada dampak signifikan ke masyarakat," kata Zudan kepada wartawan.

Ia menegaskan bahwa tarif akses NIK tidak dikenakan untuk perorangan, melainkan hanya untuk industri yang profit oriented. "PNBP itu dipungut ke lembaga, bukan ke pribadi. Beda dengan pajak dan retribusi yang dipungut langsung ke perorangan," paparnya.

Adapun pihak Kemendagri saat ini tengah menyusun regulasi PNBP terkait layanan pemanfaatan data adminduk. Penyusunannya disebut telah memasuki tahap koordinasi antar kementerian atau lembaga dan telah disetujui Menteri Dalam Negeri. Meski demikian, Zudan belum bisa memastikan kapan tarif Rp 1.000 per akses NIK akan diterapkan.

Di sisi lain, perangkat keras ratusan server yang dikelola data senter Dukcapil disebut rata-rata berusia lebih dari 10 tahun. Masa garansinya juga disebut sudah habis. Oleh sebab itu, server-server tersebut dinilai sudah saatnya diremajakan agar pelayanan publik menjadi lebih baik.

"Semuanya belum dilakukan peremajaan dan penambahan perangkat karena belum tersedia anggaran. Saat ini sebanyak 273 juta data penduduk terjaga baik, aman, sudah ada back up data di DRC Batam dan storage-nya masih relatif baru dengan kapasitas yang mencukupi," tukasnya.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama