Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Ribuan Mahasiswa Duduki Gedung DPRD, Sempat Ricuh Saat Pendemo Merebut Mic Kapolresta Tasikmalaya

TASIKMALAYA (wartamerdeka.info) - Demo ribuan gabungan Mahasiswa Tasikmalaya di Gedung DPRD Kota Tasikmalaya ricuh. Kericuhan dipicu saat Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Aszhari Kurniawan akan berpidato dan memegang pengeras suara atau mic. Namun, tiba-tiba datang seorang mahasiswa merebut mic yang dipegang Kapolres.

Sontak, anggota polisi lain yang ada di lokasi melerai insiden itu, kemudian para mahasiswa terpancing emosi. Massa pun semakin memanas setelah Kapolres meninggalkan lokasi, massa pun mencoba mengejarnya hingga terjadi mis komunikasi.

Dalam aksi tersebut, masaa tidak memberi ruang untuk berdialog dengan perwakilan dari DPRD maupun dari Pemerintah Kota Tasikmalaya. Menurut mereka, massa merasa sudah tak percaya dengan kelembagaan pemerintah. 

"Kami dari beberapa OKP, ada dari Hmi, PMII, Hima Persis, kemudian IMM dan lainnya, dalam hal ini menuntut sejumlah tuntutan. Pertama, kami menolak pembangunan Ibu Kota Negara karena dirasa dalam kondisi hari ini belum memungkinkan," kata Andi, ketua HMI Tadmsikmalaya.

Menurut Andi, massa juga menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan merasa prihatin dengan langkanya ketersediaan minyak goreng di beberapa daerah. Selain itu, massa pun menolak perpanjangan  tiga periode Presiden Joko Widodo. Hal itulah, yang membuat para mahasiswa turun ke jalan melakukan aksi unjuk rasa.

"Tentang kenaikan harga BBM serta kelangkaan minyak goreng, ini menjadi perhatian kita juga. Selain itu, tentang penundaan atau perpanjangan massa tiga priode yang ke tiga. Tentunya ini suatu alasan kami turun," ucap Andi.

Sementara itu, Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Aszhari Kurniawan mengakui, bahwa adanya insiden kericuhan saat dirinya akan memegang mic dan direbut oleh mahasiswa, dirinya sebenarnya akan menyampaikan pesan dari ketua DPRD Kota Tasikmalaya mengenai aksi yang dilakukan mahasiswa.

"Tidak ada, tadi tidak ada pukul-pukulan. Dari kita juga gak ada yang kena pukul. Wajar lah, kita kan klien masyarakat, kita pelayan masyarakat jadi kita tidak ada kepentingan," ucap Aszhari, Jumat (8/4/2022)

Setelah melakukan aksi dan menduduki gedung DPRD Kota Tasikmalaya, para mahasiswa membubarkan diri dengan tertib.(HA)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama