Masih Banyak Guru Di Touna Sulteng, Tidak Kebagian Tunjangan Dacil 2022

Kantor Dinas Dikpora Tojo Una-Una di Ampana, Sulawesi Tengah. (dok.ist)

PALU (wartamerdeka.info) - Pemerintah pusat sangat peduli terhadap program pembangunan di sektor pendidikan. Tak hanya di daerah kota tapi pelosok desa atau daerah sangat tertinggal alias sangat terpencil. Terutama bagi para guru yang mengabdi di daerah khusus yang ditetapkan menteri berdasarkan data desa sangat tertinggal dari Kemendes PDTT. 

Untuk itu, pemerintah pusat  lewat instansi terkait yakni Kemendikbud,  menggelontorkan dana tunjangan khusus bagi para guru yang bertugas di daerah khusus atau sangat terpencil di seluruh Indonesia. Ini berdasarkan Permendikbud No. 19 Tahun 2019 tentang Juknis Penyaluran Tunjangan Profesi, Tunjangan Khusus dan Tambahan Penghasilan Guru Pegawai Negeri Sipil Daerah. 

Salah satu daerah otonom yang dapat alokasi dana tunjangan khusus atau Dacil tahun anggaran 2022 di Provinsi Sulawesi Tengah ini adalah Kabupaten Tojo Una-una (Touna). Namun jumlah total alokasi dana Dacil untuk Tojo Una-una ini belum diketahui. 

Dihubungi, pihak Dinas Dikpora Touna belum menjawab. Operator Tunjangan, Yuliana, S.Sos atau akrab dipanggil Ibu Lian, saat ditanya, via WA, soal jumlah dana Dacil untuk Touna tahun ini, menjawab sedang di luar. 

"Sy ada di luar pak masih urus anakku masuk pondok, klu ada org nya pak suruh ke dinas supaya jelas pak, tdk bagus klu lewat wa begini dan di ketahui oleh atasan sy pak 🙏🙏🙏," ujar Lian, Selasa (24/5). 

Sementara Kabid Dikdas, Abd Fatah Lawanga, S.Pd, ketika dihubungi, di hari yang sama, juga menjawab sedang di luar. "Mohon maaf sy lg d.luar pak tdk d.kantr," tutur Fatah. Kabid Dikdas yang baru menjabat ini mengatakan, kalau ia telah menghubungi sang operator. "Sdh d.sampaikn cmn td katax dia msh d.kntr keuangn," timpalnya. 

Tak lama kemudian pesan WA berikut dari Fatah masuk lagi. "Iya katax mw urus anakx untk msk d.pondok.kpn d.Ampn," ucapnya. Kabid Dikdas ini lalu menambahkan, ia akan minta stafnya mengecek total alokasi dana Dacil tersebut. "Ohh iya nanti sy suruh cek dl sm staff yg lain. Nanti klw sdh d.sy  langsng sy krm k.bpk," demikian bunyi pesannya. 

Pentingnya mengetahui alokasi dana Dacil tahun 2022 ini, karena masih banyak guru PNSD di daerah sangat terpencil di Touna, Sulteng, belum mendapatkan tunjangan khusus tersebut sebagai hak mereka. Sebagai contoh, di Kecamatan Ulubongka. Menurut data Dinas Dikpora Touna, terdapat 32 sekolah di Ulubongka, terdiri dari 24 SD dan 8 SMP. Sekolah tersebut tersebar di beberapa tempat atau desa. 

Ada desa berkembang, tertinggal dan sangat tertinggal. Dari status desa berdasarkan Indeks Desa Membangun (IDM) untuk Kabupaten Tojo Una-una Sulteng ini, khusus Kecamatan Ulubongka terdapat 5 (lima) desa sangat tertinggal, yakni Uematopa, Paranonge, Takibangke, Borneang, dan Kasiala. Namun, dari 5 ini, berdasarkan pantauan di lapangan, Desa Kasiala yang paling sangat tertinggal atau terpencil. 

Miris melihat desa ini. Jaraknya sangat jauh dari kota. Akses transportasi sulit dijangkau dan mahal disebabkan tidak tersedianya jalan raya serta tergantung pada cuaca. Juga hanya dapat diakses dengan perahu kecil dengan menyusuri Sungai Bongka yang panjang dan lebar, serta memiliki hambatan dan tantangan alam yang besar. Tapi anehnya, para guru PNSD di 2 (dua) SD desa tersebut tidak mendapatkan tunjangan Dacil tahun ini.

Kedua sekolah tersebut adalah SDN Uebone Hulu dan SDN Lembah Sinara. Padahal 3 (tiga) guru SMPN 7 di Kasiala, mendapatkan dana Dacil. Menurut Lian, operator tunjangan, itu terjadi karena lambatnya update Dapodik dua sekolah sehingga penarikan data pihak Kemendikbud juga lambat. Alasan lain, jumlah alokasi dana tunjangan Dacil untuk Touna terbatas. 

Namun jika alasan terbatasnya dana, sangat tidak mungkin. Karena kalau demikian, harus melihat prioritas sekolah yakni SD atau SMP yang berada di daerah sangat terpencil. 

"Saya kira ini perlu didalami apa masalahnya. Harus ditelusuri lebih jauh apa sesungguhnya yang menyebabkan sehingga ada sekolah yang seharusnya berhak mendapatkan karena sangat terpencil, tidak mendapatkan," tegas Jonan, aktivis Perkumpulan WASINDO (Pengawas Independen Indonesia). 

Menurut Jonan, pihaknya juga mendengar realisasi penyaluran dana Dacil tahun 2021 di Touna janggal. Konon, penyalurannya tahun lalu hanya dua triwulan. Bulan Januari sampai Juni tidak terealisasi. Juli-Desember baru terealisasi. "Ini juga perlu ditelusuri kebenarannya apa iya. Karena bisa saja di sekolah lain penyalurannya normal setiap triwulan tahun kemarin. Nanti dilihat dimana letak masalahnya," ungkap Jonan lagi. (nanto)

Posting Komentar untuk "Masih Banyak Guru Di Touna Sulteng, Tidak Kebagian Tunjangan Dacil 2022"