PJK dan Garuda Putih Di Kurra, Berhimpitan Titik Koordinat

MAKASSAR (wartamerdeka.info) - Titik Koordinat, di dunia pertambangan, sering menjadi masalah yang muncul diantara perusahaan dalam menentukan areal konsesi tambang.

Seperti yang terjadi di antara dua perusahaan, yakni CV Pare Jaya Karya (PJK) dan PT Garuda Putih Jaya (GPJ). Meski hingga saat ini, belum punya IUP (Izin Usaha Pertambangan), keduanya sudah beroperasi selama ini. 

Lokasi PJK berada di Lembang Limdong Sangpolo, sedang GPJ di Lembang Rante Limbong. Tapi anehnya, dari peta, titik koordinat antara PJK dan GPJ seolah berhimpitan. Hal ini disoal pihak GPJ. 

"Memang harus demikian, yang diatas malah belum berhimpitan masih ada koridor paling tidak 50 cm s.d 5 meter itu.. Ini juga statusnya masih wiup..," ujar Firdaus Mathasin, Inspektur Tambang KemenESDM, via WA, Minggu (8/5) pagi.

Prosesnya, kata putra Toraja asal Buntu Pepasan ini, masih pencadangan wilayah. "Masih ada 2 tahapan untuk ke IUP Operasi Produksi," jelasnya. 

Diketahui, persoalan mengenai tambang ilegal di Toraja khususnya Tana Toraja, terus mengemuka. Malah, sejak kasus-kasus illegal mining mencuat dan ramai diberitakan, informasi mengenai hal yang sama di lokasi berbeda, terus mengalir. (nanto)

Posting Komentar untuk "PJK dan Garuda Putih Di Kurra, Berhimpitan Titik Koordinat"