TikTok YouTube Instagram Twitter WhatApp

Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Tim Polda Lampung Croscek Kebenaran informasi Jama'ah Muslimin Hizbullah yang Terindikasi Berpaham Khialfah

LAMPUNG SELATAN (wartamerdeka.info) -Terkait pemberitaan beberapa waktu yang lalu di salah satu media sosial bahwa Jama'ah Muslimin Hizbullah merupakan organisasi berpaham Khilafah selain khilafatul muslimin yang eksis di Provinsi Lampung dan sesama pemimpinya memiliki hubungan baik.

Hari ini tim dari Direktorat Intelijen Keamanan Polda Lampung yang dipimpin oleh Ipda YS Anggi Siregar, SH turun ke lapangan guna mengcros cek kebenaran terkait informasi dari media sosial itu.

Selanjutnya Tim langsung mengadakan pertemuan dengan masyarakat Desa Negara Ratu Kec. Natar Kab. Lampung Selatan dimana tempat lokasi Jama'ah Muslimin Hizbullah berada yang dilanjutkan dengan mengunjungi kepala Dusunnya Ahmad.

Dari pertemuan yang berlangsung intinya masyarakat dan Kepala Dusun Negara Ratu Kec. Natar Kab. Lampung Selatan menolak faham radikalisme karena tidak sesuai dengan falsafah Negara Indonesia yaitu Pancasila.

Dari dua pertemuan tersebut, mereka heran dengan pemberitaan yang dituduhkan kepada Jama'ah Muslimin Hizbullah dan menjelaskan bahwa dari berbagai pertemuan serta kegiatan di pondok pesantren tempat Jama'ah Muslimin Hizbullah tidak nampak kegiatan yang menyimpang dari ajaran agama (paham radikalisme).

Keterangan yang diperoleh dari pimpinan Jama'ah Muslimin Hizbullah Abdullah bahwa berita tersebut tidak benar, karena pihaknya tetap mendukung Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI Harga Mati dan Pancasila Sebagai Lambang Negara Indonesia.

Sedangkan hubungan dekat dengan  Hasan Baraja hanya sebatas pembeli dan penjual dimana pada waktu itu Ponpes Shuffah Hizbullah memproduksi air nira dan  Hasan Baraja sering membelinya. (*/yoke)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama