// Setelah gempa melanda Jepang utara, peringatan tsunami dikeluarkan lalu kemudian dicabut, namun masyarakat di berbagai wilayah harus tetap waspada terhadap potensi gempa mega. // Harga minyak mentah Brent melonjak naik lebih dari 7 persen karena Washington dan Teheran memberikan keterangan yang bertentangan mengenai negosiasi gencatan senjata. // China sejauh ini telah berhasil melewati krisis minyak bersejarah. Namun, saat Xi bersiap bertemu Trump, biaya mulai meningkat. // Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengkritik komentar Trump tentang Paus Leo XIV //

KNTI Gelar Rembuk Nelayan Nasional: Menyelesaikan Problem Nelayan Tradisional

JAKARTA (wartamerdeka.info) - Kegiatan Rembuk Nelayan Nasional yang merupakan rangkaian dari kegiatan MUNAS IV Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) digelar untuk menyerap dinamika perubahan dan aspirasi perwakilan nelayan kecil dan tradisional dari berbagai daerah,  pada Selasa (19/7/2022). 

Sebelum kegiatan dimulai, terlebih dulu narasumber dan peserta menonton film pendek yang berisikan potret keluhan nelayan di beberapa daerah, terutama terkait kebutuhan BBM bersubsidi. 

Menghadirkan empat narasumber, yakni; Deputi I Tenaga Ahli Madya bidang Kemaritiman Kantor Staf Kepresidenan RI, Niko Amrullah. Dirjend Pengelolaan Ruang laut Kementeria Kelautan dan Perikanan, Victor Gustav. Daniel Asnur, Pengawas Koperasi Ahli Utama Kementerian Koperasi dan UMK dan  BPH Migas, Cristian Tanuwijaya. 

Mengambil tema, Aksi Kolaboratif Pemenuhan Hak Nelayan Tradisional Menuju Indonesia yang Mandiri, Adil, Makmur dan Lestari. 

Sedikitnya tiga  isu besar  menjadi perhatian utama pada kegiatan Rembuk Nelayan Nasional ini, pertama, Akses terhadap energy yang merupakan tantangan bagi nelayan kecil dan tradisional terutama terkait isu BBM bersubsidi, bagaimana mendapatkan akses dan kemudahannya bisa diperoleh oleh nelayan kecil dan tradisional. 

Kemudian, terkait perubahan Iklim, sebagai fenomena global yang sangat mempengaruhi dinamika kehidupan nelayan di indoneisa. Selain itu, soal kesejahteraan ekonomi nelayan, khususnya ekonomi nelayan kecil dan tradisional juga menjadi perhatian utama. (Mas)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama