TikTok YouTube Instagram Twitter WhatApp

Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

KNTI Gelar Rembuk Nelayan Nasional: Menyelesaikan Problem Nelayan Tradisional

JAKARTA (wartamerdeka.info) - Kegiatan Rembuk Nelayan Nasional yang merupakan rangkaian dari kegiatan MUNAS IV Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) digelar untuk menyerap dinamika perubahan dan aspirasi perwakilan nelayan kecil dan tradisional dari berbagai daerah,  pada Selasa (19/7/2022). 

Sebelum kegiatan dimulai, terlebih dulu narasumber dan peserta menonton film pendek yang berisikan potret keluhan nelayan di beberapa daerah, terutama terkait kebutuhan BBM bersubsidi. 

Menghadirkan empat narasumber, yakni; Deputi I Tenaga Ahli Madya bidang Kemaritiman Kantor Staf Kepresidenan RI, Niko Amrullah. Dirjend Pengelolaan Ruang laut Kementeria Kelautan dan Perikanan, Victor Gustav. Daniel Asnur, Pengawas Koperasi Ahli Utama Kementerian Koperasi dan UMK dan  BPH Migas, Cristian Tanuwijaya. 

Mengambil tema, Aksi Kolaboratif Pemenuhan Hak Nelayan Tradisional Menuju Indonesia yang Mandiri, Adil, Makmur dan Lestari. 

Sedikitnya tiga  isu besar  menjadi perhatian utama pada kegiatan Rembuk Nelayan Nasional ini, pertama, Akses terhadap energy yang merupakan tantangan bagi nelayan kecil dan tradisional terutama terkait isu BBM bersubsidi, bagaimana mendapatkan akses dan kemudahannya bisa diperoleh oleh nelayan kecil dan tradisional. 

Kemudian, terkait perubahan Iklim, sebagai fenomena global yang sangat mempengaruhi dinamika kehidupan nelayan di indoneisa. Selain itu, soal kesejahteraan ekonomi nelayan, khususnya ekonomi nelayan kecil dan tradisional juga menjadi perhatian utama. (Mas)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama