Iklan

 


Iklan

 


,

MENU

Iklan

 


Sekprov Sulsel Abdul Gani Dicopot Tanpa Alasan Yang Jelas, Pengamat Pemerintahan Bastian Lubis Kritik Gubernur Andi Sudirman

Minggu, November 27, 2022, November 27, 2022 WIB Last Updated 2022-11-26T22:01:57Z
Gubernur Sulsel Andi Sudirman (kiri) dan Sekprov Abdul Hayat Gani

MAKASSAR (wartamerdeka.info) - Rencana pencopotan Sekda Prov Sulsel Abdul Gani oleh Gubernur Sulsel Andi Sudirman terus menuai kritikan. Kali ini dari Pengamat Pemerintahan Universitas Patria Artha, Bastian Lubis.

Menurut  Bastian Lubis, kurang tepat jika seorang sekda dicopot, apalagi ia adalah birokrat tertinggi dalam pemerintahan.

Setidaknya untuk mencopot pejabat kata Bastian perlu alasan jelas.

"Karena kita berbasis kinerja dan terukur maka dalam rangka mengganti atau mencopot harus ada alasan tepat," ujar Bastian, kemarin.

Ia menilai, rencana pencopotan Abdul Hayat Ganisarat akan politis.

Karena pencopotannya tanpa disertai alasan yang yang jelas.

Hal ini juga bisa memunculkan hubungan yang kurang sehat dalam pemerintahan.

"Apalagi gubernur (NA) habis ditangkap, kalau dia (Andi Sudirman) mau ganti berarti akan kehilangan jejak apa yang telah diprogramkan," tuturnya.

"Kalau politis tidak boleh ASN berpolitik," tegasnya.

Sebelumnya, Pakar Hukum Tata Negara Universitas Hasanuddin Prof Hamzah Halim juga menyebut usulan penggantian Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) tidak menutup kemungkinan terkait dengan alasan politik.

Menjelang tahun politik,  kata dia, orang-orang telah mengendus proses mempersiapkan kekuatan politik telah mulai dilakukan.

“Tapi saya tidak mengatakan penggantian didasari itu. Tapi tidak menutup kemungkinan, juga ada kemungkinan itu,” ungkapnya, Selasa (22/11/2022).

Tindakan Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman yang "diam-diam" hendak mencopot / memberhentikan Sekrov Abdul Hayat Gani diktahui, terus mendapat protes dari masyarakat.

Aksi protes ini di antaranya datang dari Gerakan Masyarakat Sulawesi Selatan (GMS).

Sulfarid Saleh selaku Kordinator GMS menerangkan bahwa tindakan gubernur tersebut dinilai tidak efektif dan efisien untuk menjalankan roda pemerintahan dan program-program kerja yang sudah dijanjikan di akhir periode gubernur Sulawesi Selatan ini tanpa wagub dan sekda.

Gubernur Andi Sudirman, sejauh ini belum mengumumkan secara resmi rencana pencopotan Sekdprov Abdul Hayat Gani. Juga belum ada penjelasan resmi pihak Gubernur tentang alasan pecopotan tersebut.

Namun, "diam-diam" Gubernur ternyata, belum lama ini, mengirim surat kepada Presiden dan Kementerian Dalam Negeri untuk mencopot / memberhentikan Sekrov Abd. Hayat Gani dengan nomor surat : 008 / 0019 / BKPSDMD.

Tindakan gubernur tersebut oleh banyak pihak dinilai tidak transparan dan tidak mengindahkan  etika pemerintahan. Apalagi pihak Sekprov yakni Abdul Hayat ternyata sama sekali tidak diberitahu terkait rencana pencopotan. (A) 


Iklan4

 


 


 


 


 


 


 


 



 


 


HEAD LINE

Survei Polmatrix: Tingkat Kepuasan Publik Terhadap kepemimpinan Presiden Jokowi Capai 75,5 Persen

JAKARTA (wartamerdeka.info) - Hasil survei Polmatrix menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap kepemimpinan Presiden Republik Indonesia ...